Perubahan Kebijakan Cukai Rokok Dinilai Dapat Picu Persaingan Tidak Sehat

Perubahan kebijakan soal cukai rokok dinilai dapat memicu persaingan tidak sehat antar-industri rokok di Indonesia.


Perubahan Kebijakan Cukai Rokok Dinilai Dapat Picu Persaingan Tidak Sehat
Pixabay
Ilustrasi rokok 


Perubahan kebijakan soal cukai rokok dinilai dapat memicu persaingan tidak sehat antar-industri rokok di Indonesia.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Peruabahan kebijakan soal struktur tarif cukai rokok melalui simplifikasi tarif dan penggabungan volume produksi Sigaret Kretek Tangan (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) dinilai dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Kodrat Wibowo.

Menurut Kodrat, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/9/2019), kebijakan itu dapat berpotensi membuat kekuatan pangsa pasar hanya dikuasai beberapa pihak saja.

“Kalau karena simplikasi cukai yang seakan justru cenderung mengarah pada pemerosotan kekuatan industri atau kekuatan pangsa pasar hanya di beberapa pihak saja, maka ini bukan lagi menuju ke arah tujuan di awal tapi persaingan usaha yang mungkin menjadi tidak sehat,” kata Kodrat ketika ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Baca: Audisi Beasiswa Djarum Disebut Ekspolitasi Anak, Ketua PB Djarum : Tidak Ada Unsur Rokok Sama Sekali

Lebih lanjut, Kodrat menjelaskan bahwa kebijakan simplifikasi dan penggabungan terhadap SKM dan SPM di industri rokok memang baik.

Hal tersebut karena kebijakan itu bertujuan meningkatkan penerimaan negara.

Kendati demikian, harus dicermati dengan baik dan seksama bagaimana dampak yang akan ditimbulkan nantinya.

“Kalau tujuannya ingin penerimaan negara yang lebih optimal, artinya menghindari adanya orang yang menghindari bayar cukai, lewat cara apapun, lewat cukai palsu, atau cukai pada kategorinya. Saya kira itu masalah administrasi yang bisa diperbaiki,” tuturnya.

Kodrat menilai, jika dari kebijakan itu timbul persaingan usaha yang tidak sehat antarperusahaan, maka ini tidak tidak baik untuk kelangsungan industri rokok di Indonesia.

Apalagi, jika sifat dari aturan itu tujuannya hanya untuk jangka waktu yang singkat.





Halaman
1234
Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved