Investigasi oleh Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menyimpulkan, dampak tabrakan pesawat menyebabkan bangunan runtuh.
Insinyur bangunan yang bekerja pada penyelidikan FEMA yakin, hembusan asap yang disebabkan oleh proses yang dikenal sebagai pancake telah membuat gedung runtuh, bukan karena bom.
Hingga kini banyak perdebatan tentang penyebab runtuhnya menara kembar WTC tersebut.
Dilansir dari thoughtco.com, menara kembar WTC itu dibangun sekitar tahun 1966 dan 1973.
Di tahun tersebut, tak ada bangunan yang diciptakan untuk mampu menahan dampak serangan teroris pada tahun 2001.
Kendati demikian, masyarakat dapat belajar dari runtuhnya menara kembar WTC dan mengambil langkah-langkah untuk membangun gedung yang lebih aman serta meminimalkan jumlah korban jika terjadi bencana.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah 7 September 1813: Awal Mula Amerika Serikat Dijuluki ‘Paman Sam’
Baca: WhatsApp, Instagram dan Facebook Juga Down di Beberapa Negara Eropa dan Amerika Selatan
Kondisi terkini WTC
Setelah mengalami serangan 9/11, kini gedung baru bernama One Trade Center telah dibangun di atas lokasi bekas gedung WTC yang lama.
Dilansir dari ny.curbed.com, gedung WTC baru ini terdiri dari 104 lantai dengan tinggi 1.776 kaki yang didesain oleh David Childs dari Skidmore, Owings & Merrill.
Gedung ini telah dibuka sejak 3 November 2014 dan menjadi gedung tertinggi keenam di dunia.
Terdapat monumen peringatan 9/11 kompleks World Trade Center tersebut.
(TRIBUNJAKARTA.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Kurniawati Hasjanah/ Abdurrahman Al Farid)