TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tragedi serangan pada 11 September 2001 yang biasa dikenal dengan 9/11 terjadi 18 tahun silam, Rabu (11/9/2019).
Hingga kini tragedi 11 September 2011 tersebut masih menyisakan banyak kenangan yang pahit.
Saat itu, warga Amerika Serikat harus berduka lantaran serangan di dua menara kembar World Trade Center (WTC) tersebut menewaskan hampir 3.000 orang dan 6.000 luka-luka.
Dilansir oleh nationalgeographic, tragedi penyerangan gedung World Trade Center (WTC) itu terjadi saat 19 militan dari kelompok ekstremis Islam, Al-Qaeda yang membajak empat pesawat dan melakukan serangan bunuh diri yang menargetkan warga Amerika Serikat.
Tercatat ada empat serangan yang terjadi saat 11/9 yakni terjadi di menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, Pentagon dan Pennsylvania.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 11 September 2001 Serangan 11 September (9/11)
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 September 1939 Serangan Jerman ke Polandia Mengawali Perang Dunia II
Serangan dan ledakan di menara kembar WTC
Disebutkan bahwa terdapat dua pesawat yang dibajak dan terbang ke arah menara kembar World Trade Center (WTC) di New York.
Saat itu, pesawat American Airlines Boeing 767 dengan 20 ribu galon bahan bakar, menabrak menara utara World Trade Center di New York pada pukul 8.45 pagi pada 11 September 2001.
Tabrakan itu membuat lubang menganga dan terbakar di dekat lantai 80 serta membunuh ratusan orang sekaligus.
Bahkan, membuat beberapa orang yang berada di lantai lebih tinggi terjebak (saat itu WTC terdiri dari 110 lantai).
Saat evakuasi dilakukan, pesawat lainnya justru menghantam kembali World Trade Center dan membelah menara selatan di dekat lantai 60.
Kedua tabrakan tersebut menyebabkan ledakan besar.
Lantas membuat puing-puing berjatuhan ke jalanan di bawahnya.
Saat itu warga mulanya mengira peristiwa tersebut sebagai kecelakaan semata, mulai menyadari bahwa AS sedang diserang teroris.
Selain serangan di WTC, terdapat pula serangan lain yang terjadi di Pentagon dan pesawat keempat jatuh di ladang Pennsylvania.
Teka-teki Penyebab Runtuhnya Menara Kembar
Berdasarkan laporan Kompas.com, sehari setelah serangan itu, Donald Trump saat ini menjadi Presiden AS, memberikan sebuah wawancara TV yang menuturkan bahwa penyebab menara kembar WTC roboh karena bom.
Donald Trump menyebutkan, menara roboh bukan karena masalah arsitektur.
"Bagaimana mungkin pesawat terbang, sekalipun itu (Boeing) 767 atau 747 atau apapun itu, bisa menembus baja (gedung) itu? "Saya berpikir, mereka (teroris) tidak hanya dengan (menggunakan) pesawat terbang, tapi juga memiliki bom-bom yang meledak bersamaan," kata Donald Trump.
Para ahli telah meragukan kalau ledakan di WTC itu disebabkan bom.
Investigasi oleh Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menyimpulkan, dampak tabrakan pesawat menyebabkan bangunan runtuh.
Insinyur bangunan yang bekerja pada penyelidikan FEMA yakin, hembusan asap yang disebabkan oleh proses yang dikenal sebagai pancake telah membuat gedung runtuh, bukan karena bom.
Hingga kini banyak perdebatan tentang penyebab runtuhnya menara kembar WTC tersebut.
Dilansir dari thoughtco.com, menara kembar WTC itu dibangun sekitar tahun 1966 dan 1973.
Di tahun tersebut, tak ada bangunan yang diciptakan untuk mampu menahan dampak serangan teroris pada tahun 2001.
Kendati demikian, masyarakat dapat belajar dari runtuhnya menara kembar WTC dan mengambil langkah-langkah untuk membangun gedung yang lebih aman serta meminimalkan jumlah korban jika terjadi bencana.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah 7 September 1813: Awal Mula Amerika Serikat Dijuluki ‘Paman Sam’
Baca: WhatsApp, Instagram dan Facebook Juga Down di Beberapa Negara Eropa dan Amerika Selatan
Kondisi terkini WTC
Setelah mengalami serangan 9/11, kini gedung baru bernama One Trade Center telah dibangun di atas lokasi bekas gedung WTC yang lama.
Dilansir dari ny.curbed.com, gedung WTC baru ini terdiri dari 104 lantai dengan tinggi 1.776 kaki yang didesain oleh David Childs dari Skidmore, Owings & Merrill.
Gedung ini telah dibuka sejak 3 November 2014 dan menjadi gedung tertinggi keenam di dunia.
Terdapat monumen peringatan 9/11 kompleks World Trade Center tersebut.
(TRIBUNJAKARTA.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Kurniawati Hasjanah/ Abdurrahman Al Farid)