FILM - Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

Film Pengkhianatan G-30-S PKI merupakan sebuah film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984.


FILM - Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)
filmindonesia.or.id
Pengkhianatan G-30-S PKI (1984) 

Film Pengkhianatan G-30-S PKI merupakan sebuah film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984.




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Film Pengkhianatan G-30-S PKI merupakan sebuah film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984.

Film ini disutradarai oleh Arifin C Noer.

Dokudrama ini dibuat dengan detail dan meyakinkan berdasarkan sudut pandang tertentu.

Judul semula film ini adalah SOB (Sejarah Orde Baru). 

Film berdurasi lebih dari 200 menit ini menjadi film terlaris di Jakarta pada 1984 dengan 699.282 penonton menurut data Perfin.

Hingga 1995, jumlah penonton tersebut menjadi rekor tersendiri dan tidak terpecahkan. (1)

Film yang naskahnya ditulis oleh Arifin C Noer dan Nugroho Notosusanto ini diproduksi melalui PPFN (Pusat Produksi Film Negara), lembaga yang bertanggung jawab memproduksi film-film propaganda politik rezim Orde Baru.

Setiap stasiun televisi wajib menayangkan film yang mengisahkan tentang penculikan 7 jenderal pada subuh 1 Oktober 1965.

Selama 13 tahun, film ini wajib ditayangkan setiap tanggal 30 September malam oleh satu-satunya stasiun televisi Indonesia saat itu, yaitu TVRI.

Film ini juga diperintahkan menjadi tontonan wajib untuk siswa-siswa di sekolah tanah air, walaupun banyak adegan penuh kekerasan.

Saat televisi swasta bermunculan, mereka juga diwajibkan menyiarkan film tersebut tiap tahunnya.

Pada September 1998, Menpen Yunus Yosfiah mengumumkan bahwa film ini tidak akan diputar atau diedarkan lagi karena berbau rekayasa sejarah dan mengkultuskan seseorang, yaitu Presiden Soeharto.

Penayangan film ini diberhentikan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie.

TNI-AU juga dikabarkan keberatan dengan penayangan film itu karena dianggap mengimplikasikan keterlibatan AU.

Produksi film Pengkhianatan G-30-S PKI menghabiskan waktu selama 2 tahun dengan anggaran sebesar 800 juta rupiah dan disponsori oleh pemerintahan Presiden Soeharto.

Pada tahun 2017, salah satu stasiun televisi swasta, TV One memutar kembali film yang penuh kontroversi ini.

Kekeliruan sejarah dalam film ini menuai banyak kritik. (2)

Baca: Kisah Bu Tien Mengungsi saat G30S, Sebut Ada Anak Perempuan Jadi Umpan untuk Racuni Soeharto

Baca: Kisah Sarwo Edhi yang Basmi G30S, Kecewa sama Soeharto: Kalau Mau Bunuh Aku, Bunuh Saja, Apa Salahku

 

Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)
Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

 

  • Sinopsis


Film Pengkhianatan G-30-S PKI ini berkisah tentang peristiwa kudeta seputar 30 September 1965 yang dilakukan oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon Cakrabirawa.

Pengkhianatan G-30-S PKI diceritakan menjadi dua bagian.

Pertama mengenai latar belakang peristiwa, rencana kudeta, dan penculikan para jenderal. (3)

Dalam peristiwa ini, 7 jenderal terbunuh, salah satunya adalah Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan.

30 September 1965, sekelompok tentara mengepung sebuah rumah di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mereka membawa senjata laras panjang pada pengepungan malam itu.

Sang pemilik rumah, seorang perwira TNI Angkatan Darat yang saat itu sedang berada di sebuah kamar di lantai 2 terlihat tidak panik.

Dengan mengenakan seragam militer lengkap, Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan berkaca ke sebuah cermin di lemari besar.

Beberapa kali ia merapikan seragamnya agar tidak terlihat kusut.

Tentara sudah mulai masuk dan menguasai lantai satu rumah.

Tembakan pun dilepaskan.

Beberapa perabot rumah jadi sasaran tembakan.

Istri dan anak DI Pandjaitan yang juga berada di lantai 2 semakin ketakutan.

Seorang asisten rumah tangga melaporkan bahwa 2 keponakan DI Pandjaitan berada di lantai satu, yaitu Albert dan Viktor terkena tembakan.

Namun DI Pandjaitan tetap tenang.

Pandjaitan kemudian turun ke lantai 1 yang dikuasai oleh para tentara dengan langkah perlahan.

Pasukan tentara yang mengepung rumah Pandjaitan disebut berasal dari satuan Cakrabirawa, pasukan khusus pengawal Presiden Soekarno.

Saat sudah berada di hadapan para tentara, Pandjaitan diminta untuk segera naik ke truk yang akan mengantarkannya ke Istana.

Mereka mengatakan bahwa Jenderal berbintang satu itu dipanggil oleh Presiden Soekarno karena kondisi darurat.

Sebelum itu Pandjaitan menyempatkan diri untuk berdoa yang menyebabkan para tentara semakin marah.

Seorang tentara memukulkan popor sentaja, tapi oleh Pandjaitan ditepis sebelum menghantam wajahnya.

Tentara yang lain marah.

Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat itu ditembak.

DI Pandjaitan pun tewas.

Jenazah Pandjaitan kemudian dimasukkan dalam truk dan dibawa pergi.

Darah dari pria kelahiran Balige, Sumatera Utara itu berceceran di teras rumah.

Penembakan itu disaksikan oleh putri sulungnya, Catherine.

Setelah gerombolan tentara pergi, ia mendatangi tempat ayahnya ditembak.

Catherine memegang darah ayahnya dengan penuh haru dan mengusapkannya ke wajah. (4)

Itulah salah satu adegan dalam film Penumpasan Pengkhiatan G30S PKI.

Bagian kedua film mengisahkan tentang penumpasan pemberontakan. (3)

Baca: 5 Tempat yang Mengingatkan Peristiwa G30S, Monumen Pancasila Sakti hingga Monumen Ade Irma Suryani

Baca: Peristiwa G30S, Jenderal Ahmad Yani Ditembak dan Diseret, Sempat Terlibat Perdebatan Sengit

Pengkhianatan G-30-S PKI (1984) 4
Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

  • Poster


Berikut poster film Pengkhianatan G-30-S PKI:

Pengkhianatan G-30-S PKI (1984) 1
Poster film Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

  • Pemeran


Bram Adrianto sebagai Kol. Untung (Colonel Untung)

Amoroso Katamsi sebagai Mayjen Soeharto (Mayor Jenderal Soeharto)

Umar Kayam sebagai Presiden Soekarno

Syubah Asa

Ade Irawan

Sofia (Sofia WD)

Dani Marsuni

Yeyet Hasan

Harto Kawel

Charlie Sahetapy

Pramana PMD

Kies Slamet

Wawan Sarwani

Doddy Sukma

Chaidar Djafar

Keke Tumbuan sebagai Ade Irma Suryani (5)

Baca: Cerita Putri Jenderal Achmad Yani Usai Trauma G30S, Gagal Nyalon Bupati Purworejo, Uang Habis

Baca: Ketika Air Mata Bung Karno Jatuh saat Mendengar Jutaan Rakyatnya Dibunuh Setelah G30S

 

Pengkhianatan G-30-S PKI (1984) 3
Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

 

  • Penghargaan


1985: Pemenang Festival Film Indonesia (Piala Antemas) kategori Film Unggulan Terlaris 1984-1985

1984: Pemenang Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Skenario Terbaik (Arifin C Noer)

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Film Cerita Terbaik

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Penyutradaraan Terbaik (Arifin C Noer)

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Pemeran Utama Pria Terbaik (Amoroso Katamsi)

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Tata Kamera Terbaik (Hasan Basri)

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Tata Musik Terbaik (Embie C Noer)

1984: Nominasi Festival Film Indonesia (Piala Citra) kategori Tata Artistik Terbaik (Farraz Effendy) (6)

Baca: Ciuman Terakhir DN Aidit di Kening sang Istri pada Malam G30S

Baca: G30S – Pulau Buru, Tempat Pembuangan Tahanan Politik di Masa Orde Baru

 

Pengkhianatan G-30-S PKI (1984) 2
Pengkhianatan G-30-S PKI (1984)

 

(TribunnewsWiki.com/Yonas)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWIKI Official



Judul Film Pengkhianatan G-30-S PKI
Genre Dokudrama
Durasi 271 menit
Rumah Produksi PPFN (Pusat Produksi Film Negara)
Rating Film Indonesia 7/10
Sutradara Arifin C Noer
Penulis Arifin C Noer
Nugroho Notosusanto


Sumber :


1. filmindonesia.or.id
2. filmindonesia.or.id
3. nasional.kompas.com
4. filmindonesia.or.id
5. tirto.id
6. id.wikipedia.org


Penulis: Adya Rosyada Yonas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved