TRIBUNNEWSWIKI.COM – Salah satu anggota dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengumpulkan amplop berisi uang kunjungan kerja (kunker).
Bombong Lukito Samudro, pria berusia 27 tahun tersebut selama lima tahun menjabat DPRD Sragen tidak pernah sekalipun mengotak-atik uang kunker yang ia terima.
Dikutip dari TribunSolo.com, Bombong adalah anak dari Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Sragen Kyai Syarif Hidayatulah.
Pria yang akrab dipanggil Gus Bombong tersebut terpilih menjadi anggota dewan untuk periode 2014 hingga saat ini.
Ia mengungkapkan kini terpilih kembali sebagai anggota dewan untuk periode 2019 hingga 2024.
Baca: Garlic 2.0 Kucing Pertama Hasil Kloning Ilmuwan Tiongkok, Seberapa Mirip dengan yang Asli?
Baca: Kisah Bu Tien Mengungsi saat G30S, Sebut Ada Anak Perempuan Jadi Umpan untuk Racuni Soeharto
"Dulu pada 2014 saya sudah menjadi dewan, dan periode Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 - 2024 ini saya terpilih lagi," kata Bombong menceritakan kisahnya di Ponpes yang berada di Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (11/9/2019) seperti dikutip dari TribunSolo.com.
Sejak menjadi anggota depan pada 2014 lalu, Bombong tidak pernah menggunakan sepeserpun uang saku dari kunkernya itu.
"Uang saku kunker saya kumpulkan tidak saya gunakan," papar pria kelahiran 28 Maret 1992.
Lima tahun menjabat, ia mengumpulkan uang saku kunker dan memasukkannya ke dalam amplop tersebut.
Baca: Kisah Bu Tien Mengungsi saat G30S, Sebut Ada Anak Perempuan Jadi Umpan untuk Racuni Soeharto
Baca: Terima Draf RUU KPK, Jokowi: Jangan Sampai Ada Pembatasan yang Mengganggu Independensi KPK
Tidak membelanjakannya, Bombong justru membukanya pada momen ulang tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Sragen.
Uang kunker yang dikumpulkannya itu hingga kini mencapai Rp 500 juta atau setengah miliar.
"Dihitung selama setengah tahun itu dapat setengah miliar (Rp 500 juta)," aku dia.
Alih-alih dipakai untuk pribadi, Bombong mengatakan uang tersebut disumbakannya kepada masyarakat.
"Itu saya kasih ke yayasan dan sumbangkan ke masyarakat," jelasnya membeberkan.
Baca: 14 Program TV dan Radio yang Kena Teguran KPI, dari Animasi hingga Talkshow
Baca: Perubahan Kebijakan Cukai Rokok Dinilai Dapat Picu Persaingan Tidak Sehat
Menurut Bombong, saat mencalonkan wakil rakyat dari PKB dirinya tidak pernah berkampanye dan semua bantuan dari relawan.
Jadi, ketika dia menjadi anggota DPRD uang tersebut dikembalikannya untuk membantu masyarakat dan mengembangkan wilayah Ppmilihannya.
"Uang saku kunker dewan itu saya tidak pakai, semua saya kasihkan ke masyarakat dan yayasan saja," papar Bombong.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)