Versi lain ada pada surat Aidit kepada Soekarno tertanggal 6 Oktober 1965.
Dalam surat itu, malam 30 September 1965 Aidit mengaku dijemput oleh Cakrabirawa untuk mengikuti rapat darurat kabinet di Istana Negara.
Namun, ternyata dia malah dibawa ke Jatinegara dan Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah.
Di sana, Aidit ditempatkan di rumah kecil dan diberi tahu akan ada penangkapan terhadap anggota Dewan Jenderal.
Esok harinya, DN Aidit mendapat kabar bahwa Soekarno memberi restu terhadap penyingkiran Dewan Jenderal.
DN Aidit kemudian diminta ke Yogyakarta dengan pesawat untuk mengatur kemungkinan evakuasi Soekarno.
Kota itu dianggap tempat yang tepat untuk markas pemerintahan sementara.
Namun sampai sekarang tidak jelas versi mana yang benar.
Bagaimana nasib Aidit setelah malam 30 September 1965 pun tidak jelas.
Yang pasti, kecupan DN Aidit di kening sang istri pada malam itu menjadi kecupan terakhirnya sebagai tanda perpisahan.
Sumber: Serial Buku Tempo - Aidit, Dua Wajah Dipa Nusantara
(TribunnewsWIKI.com/Widi Hermawan)