TRIBUNNEWSWIKI.COM – Legenda bulu tangkis nasional yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti angkat bicara soal penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang diprakarsai PB Djarum.
Pencarian bibit-bibit pebulu tangkis yang sudah digelar sejak 2006 silam itu akan ditiadakan mulai tahun depan.
Dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/9/2019), Susy mengatakan bahwa dengan ditiadakannya audisi umum itu dapat dipastikan bakat-bakat bulu tangkis yang terjaring nantinya akan mengalami penurunan.
“Pastinya bakat-bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun-tahun sebelumnya,” kata Susy setelah konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019).
Baca: PB Djarum Pamit, Tahun Depan Tak Ada Lagi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis
Lebih lanjut, Susy juga mengatakan penghentian audisi umum tersebut dapat menghambat pembinaan usia dini di cabang olahraga bulu tangkis.
“Itu juga bisa menghambat pembinaan usia dini. Kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak-anak (11-13 tahun), pemula (13-15 tahun), remaja (15-17 tahun), dan taruna (17-19 tahun),” tambah Susy.
Bahkan, menurut Susy, jika ajang pencarian bakat tersebut terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.
Susy mengatakan hal tersebut bisa memutus satu generasi atlet pebulu tangkis nasional nantinya.
“Hal ini sebetulnya mereka hanya melihat di "atas" nya saja. Tetapi jika, di bawah (pembinaan usia dini) itu kosong maka akibatnya bisa sampai putus satu generasi,” ujar Susy.
“Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi,” lanjutnya.
Susy juga menyayangkan pernyataan beberapa pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.
Menurutnya, audisi umum yang digelar oleh PB Djarum merupakan sesuatu yang positif dan seharusnya didukung.
Terlebih jika mengingat atlet-atlet berbakat yang lahir dari penjaringan bakat tersebut.
“Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung?” kata Susy.
“Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa,” tambahnya.
Sebelumnya, penghentian audisi umum sejak tahun depan ini dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rosimin.
Hal itu dia katakan saat konferensi pers menjelang audisi umum 2019 yang digelar di GOR Satria, Purwokerto.
“Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan,” kata Yoppy.
Baca: Beri Teguran, KPAI Sebut Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Foundation Bentuk Eksploitasi Anak
Event yang diprakarsai oleh PB Djarum itu dihentikan karena adanya klaim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
KPAI menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merk Djarum yang identik dengan produk rokok.