Memberi waktu beberapa menit kepada siswa untuk membahas materi pelajaran, terutama saat mereka mengambil sikap tentang suatu topik dan mendukungnya dengan bukti, dapat membantu mereka mempelajari materi itu lebih baik.
Harus dipastikan pula bahwa semua siswa ikut berpartisipasi.
4. Grafis
Meminta siswa memasukkan materi dalam bentuk visual apa pun akan membantu mereka mengingat dan memahaminya lebih baik.
Salah satu caranya yaitu dengan menyusun menjadi grafik dan sketsa.
Siswa dapat melakukannya sendiri atau bersama teman-teman dengan dukungan guru, apalagi jika menemui suatu materi konsep yang menantang.
Ini bisa menjadi cara paling efektif.
Baca: Orang Sunda Dicap Pemalas dan Tidak Disiplin, Wagub Jabar Angkat Bicara
5. Menulis untuk belajar
Ketika siswa menuangkan idenya secara tertulis, mereka dipaksa untuk memadukan informasi yang diterima secara pasif.
Maka dari itu, sebaiknya hentikan pengajaran sesekali untuk meminta siswa menulis ringkasan pendek atau memberikan pendapat mereka tentang hal-hal yang mereka pelajari.
Cara ini dinilai efektif dan efisien untuk memperkuat pembelajaran mereka, selain itu juga sederhana untuk bisa diimplementasikan.
6. Proyek mini
Untuk belajar menjadi aktif, siswa tidak harus terlibat dalam proyek jangka panjang dan rumit.
Mereka dapat mengerjakan proyek kecil yang hanya memakan waktu satu atau dua hari.
Misalnya dengan membuat poster tentang peringkat para pemimpin negara, kemudian mereka menentukan pilihan serta memberikan alasan dan bukti.
Proyek semacam ini dapat dilakukan dalam waktu singkat.
7. Panduan awal
Panduan awal merupakan bentuk sederhana bagi siswa untuk menyatakan pendapatnya sebelum kegiatan belajar.
Ini membuat mereka terpacu untuk mengetahui materi pelajaran lebih lanjut.
Ini menjadi cara yang sederhana untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka dalam menerima pelajaran yang lebih sulit.
Baca: PB Djarum Pamit, Tahun Depan Tak Ada Lagi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis