Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Tutup Usia, Begini Perjalanan Kariernya

Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-zimbabwe-robert-mugabe-meninggal-dunia.jpg
Facebook Report Focus Asia
Mantan presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.


Pada 1983, dia memecat pemimpin ZAPU Joshua Nkomo dari kabinet dan memicu pemberontakan di Ndebele.

Mugabe merespons dengan brutalitas elemen militer Zimbabwe yang berlatih bersama Korea Utara (Korut).

Segera setelah itu, dia seolah tanpa lawan dengan terpilih pada 1990, 1996, dan 2002 dengan pemilu yang tingkat keterbukaannya semakin lama semakin dipertanyakan.

Mugabe menempatkan dirinya sebagai “Pria Tua Bijaksana” di mana bagi pemujanya, Mugabe dianggap memberikan peningkatan di sektor kesehatan dan pendidikan kulit hitam.

Namun bagi dunia Barat, dia dipandang sebagai sosok pemimpin otoritas yang tidak saja salah dalam mengurus ekonomi, namun juga kerap menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan.

Perlahan, ekonomi Zimbabwe kolaps di pemerintahannya dengan bantuan internasional didatangkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya sejak hiperinflasi terjadi 1990-an.

Pada 2009, Mugabe mengumukan bahwa pemerintahannya bakal berhenti mencetak uang untuk menutupi inflasi, dan pada 2015 dia mengusulkan rencana penggunaan dollar AS.

Riak itu semakin diperparah dengan fakta bahwa istri keduanya, Grace, dikenal sebagai ibu negara yang doyan menghamburkan uang di tengah kesulitan rakyat.

Grace yang lebih muda 40 tahun disebut terlibat dalam korupsi real estate di Hong Kong dan Zimbabwe, serta dilaporkan mempunyai rekam jejak kekerasan.

Baca: Jadi Sutradara Film Pretty Boys, Tompi Mengaku Sempat Menyesal Terima Tawaran

5. Kudeta militer dan mengundurkan diri

Pada 6 November 2017, Mugabe memecat wakilnya, Emmerson Mnangagwa sehingga memunculkan rumor dia memuluskan jalan bagi sang istri kedua, Grace, untuk menjadi orang nomor satu Zimbabwe.

Lebih dari sepekan setelah pemecatan Mnangagwa, militer kemudian bersiap dengan tank mulai dikerahkan ke ibu kota Harare.

Jenderal Sibusiso Moyo dalam pernyataannya di televisi mengumumkan mereka tengah melaksanakan operasi untuk menangkap “kriminal yang mengacaukan ekonomi dan sosial negara”.

Pada 15 November 2017, militer menempatkan Mugabe sebagai tahanan rumah di mana militer mendiskusikan pemindahan kekuasaan.

Dua hari berselang, Mugabe tampil di depan publik untuk menepis isu kudeta ketika menghadiri upacara kelulusan universitas.

Puncaknya pada 22 November 2017, Ketua Parlemen Jacob Mudenda membacakan surat yang berisi keputusan Mugabe meletakkan jabatannya dan mengakhiri 37 tahun kekuasaannya.

Sejak mengundurkan diri, dia terus berobat di Singapura.

Mnangagwa kemudian mengatakan Mugabe tidak bisa berjalan.

Tapi dia tetap mendapat dukungan penuh pemerintah Zimbabwe.

(TribunnewsWIKI/Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved