Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Tutup Usia, Begini Perjalanan Kariernya

Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun.


zoom-inlihat foto
mantan-presiden-zimbabwe-robert-mugabe-meninggal-dunia.jpg
Facebook Report Focus Asia
Mantan presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun.

Kepergian Mugabe dikonfirmasi oleh penggantinya, Presiden Emmerson Mnangagwa, Jumat (6/9/2019).

“Dengan sangat sedih, saya mengumumkan kematian bapak pendiri Zimbabwe sekaligus mantan presiden Robert Mugabe,” tulis Mnangagwa, dalam twitnya.

Dikutip dari Kompas.com, Mugabe yang merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan Zimbabwe meninggal karena sakit yang sudah dideritanya sejak lama.

Mugabe juga telah menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak April lalu.

“Mugabe adalah ikon pembebasan, seorang pan-Afrika yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan dan pemberdayaan rakyatnya. Kontribusinya bagi sejarah bangsa dan benua kita tidak akan pernah dapat dilupakan. Semoga jiwanya beristirahat dalam kedamaian abadi,” lanjut Mnangagwa.

Sebagai seorang pejuang kemerdekaan Zimbabwe, perjalanan karier Mugabe menarik untuk dibahas.

Dikutip TribunnewsWIKI dari Kompas.com, berikut perjalanan karier Robert Mugabe secara singkat.

Baca: Wawancara dengan Aktivis Kemerdekaan Papua, Wartawan ABC News Australia Mengaku Dibuntuti

1. Lahir sebagai anak tukang kayu, memulai karier sebagai guru

Mugabe lahir pada 21 Februari 1924 di Kutama, di negara yang dulu bernama Rhodesia Selatan, dan merupakan anak seorang tukang kayu dari suku mayoritas Shona.

Mendapat pendidikan di sekolah misionaris Katolik, Mugabe pun memulai karir sebagai guru.

Setelah itu, dia mendapat beasiswa Universitas Fort Hare di Afrika Selatan.

Mugabe menempuh satu dari tujuh gelar akademiknya di kampus itu sebelum bekerja di Ghana, di mana kehidupan politiknya banyak dipengaruhi pemimpin pasca-kemerdekaan Ghana, Kwame Nkrumah.

Bahkan, dia memperistri seorang perempuan Ghana bernama Sally Hayfron.

Baca: Deretan Fakta Unik Tentang Suku Baduy, Bisa Panen Madu dan Durian Sesuka Hati

2. Memulai karier politik

Pada 1960, Mugabe pulang dengan maksud mengenalkan Sarah kepada ibunya.

Namun alangkah terkejutnya ketika melihat perubahan drastis di Rhodesia Selatan.

Puluhan ribu keluarga kulit hitam terdesak oleh pemerintah kolonial dengan jumlah kulit putih yang semakin membludak.

Awalnya, dia bekerja dengan nasionalis Afrika bersama Joshua Nkomo.

Tak lama setelah itu, Mugabe memutuskan untuk berpisah dan mendirikan kendaraan politiknya sendiri.

Dia memberi nama organisasinya Uni Nasional Afrika Zimbabwe (ZANU).

Baca: Cerita Ashanty Alami Teror Mistis, Wajahnya Dihinggapi Kalajengking hingga Kaki Seribu Masuk Kuping

Pada 1964, dia ditangkap dan dijebloskan ke penjara setelah berpidato yang mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Rhodesia Selatan Ian Smith.

Dia menyebut Smith dan pemerintahan minoritas kulit putih yang diusungnya merupakan "koboi".

Guru yang saat itu dikenal bertalenta divonis 10 tahun.

Saat dia berada di jeruji besi, Mugabe menerima kabar menyedihkan di mana putranya meninggal.

Dia pun tidak mendapat izin untuk sekadar hadir dalam pemakamannya.

Segera setelah bebas pada 1974, dia pergi ke Mozambik dia membantu menyerukan perjuangan gerilya di Rhodesia dan membangun koalisi bersama ZAPU milik Nkomo.

Selama perjuangan merebut kemerdekaan di Zimbabwe, Mugabe dikenal sebagai pemimpin kulit hitam paling militan, dengan permintaan yang tak bisa dikompromikan.

Tetapi kemampuan negosiasi yang diperlihatkannya membuat Mugabe memperoleh pujian dari lawan politiknya, dan media pun menjulukinya sebagai “gerilyawan pemikir”.

Baca: Jokowi Usai Jajal Mobil Esemka : Wajar Ada Kekurangan, Yakin Bakal Laku Keras

3. Jadi Presiden Zimbabwe

Sesuai dengan Kesepakatan Istana Lancaster pada 21 Desember 1979, Rhodesia kemudian dinamakan sebagai Zimbabwe sesuai situs arkeologi Great Zimbabwe.

Pada 17 April 1980, Mugabe dilantik menjadi PM pertama Zimbabwe.

Namun terjadi perselisihan antara ZANU dan ZAPU setahun kemudian.

Pada 1985, Mugabe kembali terpilih menjadi perdana menteri di tengah konflik yang baru berhenti dua tahun kemudian.

Penyebabnya adalah sekelompok misionaris yang tak sengaja terbunuh oleh pendukung Mugabe, dan membuat sang PM serta Nkomo bertemu.

Perseteruan keduanya diakhiri dengan kesepakatan membentuk Front Patriotik ZANU (ZANU-PF) fokus kepada pemulihan ekonomi negara.

Beberapa pekan setelah penggabungan itu, pada Desember 1987 sesuai konstitusi yang berlaku Mugabe diangkat sebagai presiden menggantikan Canaan Banana.

Dua tahun setelah menjabat, dia memperkenalkan kebijakan lima tahun yang bertujuan agar petani bisa menentukan harga sendiri.

Di akhir kebijakan itu, ekonomi perlahan-lahan meningkat dan membuat Mugabe bisa membangun klinik hingga sekolah bagi warga kulit hitam.

4. Riak yang bermunculan

Pada 1983, dia memecat pemimpin ZAPU Joshua Nkomo dari kabinet dan memicu pemberontakan di Ndebele.

Mugabe merespons dengan brutalitas elemen militer Zimbabwe yang berlatih bersama Korea Utara (Korut).

Segera setelah itu, dia seolah tanpa lawan dengan terpilih pada 1990, 1996, dan 2002 dengan pemilu yang tingkat keterbukaannya semakin lama semakin dipertanyakan.

Mugabe menempatkan dirinya sebagai “Pria Tua Bijaksana” di mana bagi pemujanya, Mugabe dianggap memberikan peningkatan di sektor kesehatan dan pendidikan kulit hitam.

Namun bagi dunia Barat, dia dipandang sebagai sosok pemimpin otoritas yang tidak saja salah dalam mengurus ekonomi, namun juga kerap menggunakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan.

Perlahan, ekonomi Zimbabwe kolaps di pemerintahannya dengan bantuan internasional didatangkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya sejak hiperinflasi terjadi 1990-an.

Pada 2009, Mugabe mengumukan bahwa pemerintahannya bakal berhenti mencetak uang untuk menutupi inflasi, dan pada 2015 dia mengusulkan rencana penggunaan dollar AS.

Riak itu semakin diperparah dengan fakta bahwa istri keduanya, Grace, dikenal sebagai ibu negara yang doyan menghamburkan uang di tengah kesulitan rakyat.

Grace yang lebih muda 40 tahun disebut terlibat dalam korupsi real estate di Hong Kong dan Zimbabwe, serta dilaporkan mempunyai rekam jejak kekerasan.

Baca: Jadi Sutradara Film Pretty Boys, Tompi Mengaku Sempat Menyesal Terima Tawaran

5. Kudeta militer dan mengundurkan diri

Pada 6 November 2017, Mugabe memecat wakilnya, Emmerson Mnangagwa sehingga memunculkan rumor dia memuluskan jalan bagi sang istri kedua, Grace, untuk menjadi orang nomor satu Zimbabwe.

Lebih dari sepekan setelah pemecatan Mnangagwa, militer kemudian bersiap dengan tank mulai dikerahkan ke ibu kota Harare.

Jenderal Sibusiso Moyo dalam pernyataannya di televisi mengumumkan mereka tengah melaksanakan operasi untuk menangkap “kriminal yang mengacaukan ekonomi dan sosial negara”.

Pada 15 November 2017, militer menempatkan Mugabe sebagai tahanan rumah di mana militer mendiskusikan pemindahan kekuasaan.

Dua hari berselang, Mugabe tampil di depan publik untuk menepis isu kudeta ketika menghadiri upacara kelulusan universitas.

Puncaknya pada 22 November 2017, Ketua Parlemen Jacob Mudenda membacakan surat yang berisi keputusan Mugabe meletakkan jabatannya dan mengakhiri 37 tahun kekuasaannya.

Sejak mengundurkan diri, dia terus berobat di Singapura.

Mnangagwa kemudian mengatakan Mugabe tidak bisa berjalan.

Tapi dia tetap mendapat dukungan penuh pemerintah Zimbabwe.

(TribunnewsWIKI/Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved