"Belakangan percakapan publik riuh rendah dengan pemindahan ibu kota, betul?," kata Sandiaga Uno.
Lantas, eks cawapres Pilpres 2019 itu menyinggung soal persiapan hingga dampak dari pemindahan ibu kota tersebut.
"Ini yang harus kita garis bawahi persiapannya harus matang. Pembiayaannya seperti apa, lapangan kerja yang diciptakan untuk siapa?," ujar Sandiaga Uno.
"Bagaimana dengan dampak kepada ekonomi ibu-ibu, emak-emak rumah tangga, bagaimana analisanya, pembahasannya, siapa saja yang dilibatkan?," imbuh dia.
Menurutnya, pemindahan ibu kota tidak secara langsung memberikan pengaruh yang positif terhadap perekonomian masyarakat.
"Karena pemindahan ibu kota ini tidak serta merta mendorong aktivitas perekonomian yang dirasakan oleh masyarakat," urai Sandiaga Uno.
"Apakah ini prioritas apa bukan?," tanya Sandiaga Uno.
"Bukan," jawab peserta seminar.
"Berarti kita taruh dulu di samping, jangan terlalu banyak dibicarakan dan menyita perhatian publik, karena lebih banyak masalah yang lebih sangat-sangat esensial yaitu kemerdekaan ekonomi," ujar Sandiaga Uno menambahkan.
"Seberapa urgensi pemindahan Ibu Kota?
Dalam memindahkan Ibu Kota, harus dipelajari dan dikaji betul berapa biaya yang akan dikeluarkan, biayanya dari mana,
menguntungkan untuk siapa, berapa jumlah lapangan kerja yang akan bertambah,
untuk siapa lapangan kerja yang tercipta ini, seberapa prioritas serta urgensinya dan apakah ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Saya bukan dalam posisi saya menolak, tapi saya ingin segala biaya serta keuntungan dan kerugiannya harus diperhitungkan matang-matang.
Saya ingin pemindahan Ibu Kota ini tentunya tidak menambah hutang negara,
dan saya ingin kebijakan ini telah melibatkan seluruh pihak, bukan hanya eksekutif saja.
Sebagai mitra yang kritis dan konstruktif saya ingin memastikan segala keputusan dan kebijakan yang pemerintah keluarkan berpihak kepada seluruh rakyatnya, bukan hanya untuk segelintir orang.
Dan juga, jika sampai pemindahan Ibu Kota ini terjadi, saya akan pastikan pemerataan ekonomi betul-betul terjadi, bukan sekedar wacana," tulis Sandiaga Uno.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan.
Jokowi menyatakan bahwa keputusan tersebut dilakukan berdasarkan kajian intensif pemerintah.