Untuk pegawai tetap disebut dengan istilah "Googlers".
Gaji dan benefit yang diberikan juga berbeda.
Jika TVC tidak diperbolehkan menghadiri pesta perusahaan maka pegawai tetap diperbolehkan.
Pegawai kontrak juga tidak dapat melihat posting lowongan pekerjaan internal yang disediakan oleh perusahaan.
OnContracting, sebuah situs untuk mencari lowongan pekerja kontrak, memberikan gambaran penghematan jika mempekerjakan pegawai kontrak.
OnContracrting menaksir bahwa sebuah perusahaan dapat menghemat hingga 100.000 dollar AS per tahun per orang.
Pengiritan tersebut berasal dari gaji dan benefit yang diberikan untuk pegawai kontrak.
Sehingga timbulnya kesenjangan sosial.
"Ini (sistem pegawai kontrak) menciptakan sistem kasta di dalam perusahaan," ujar Chauhan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Minggu (2/6/2019).
Menurut OnContracting 40-50 persen tenaga kerja di perusahaan teknologi menerapkan sistem pegawai kontrak untuk menghemat pengeluaran perusahaan.
Google menanggapi persoalan pegawai kontrak, Google tidak menanggapinya secara langsung adanya kesenjangan sosial yang tersembunyi.
Google menegaskan bahwa merekrut pegawai kontrak tidak hanya semata-mata untuk menghemat pengeluaran saja.
Bulan April lalu Google menyatakan bahwa setiap pegawai kontrak harus mendapat jaminan kesehatan, cuti atas kelahiran anak, dan mendapatkan upah minimun sebesar 15 dollar AS per jam dari pihak agensi penyedia SDM yang bersangkutan.
Bahkan Google menyediakan fasilitas untuk menyuarakan pendapat karyawan.
"Kami menyelidiki, meminta pertanggungjawaban dari individu terkait, dan berupaya meluruskan persoalan bagi siapapun yang terdampak," kata Naughton sebagai Vice President of People Operations Google.
(TribunnewsWiki/Sekar)
Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!