Lebih Mempekerjakan Pegawai Kontrak Menimbulkan Kesenjangan Sosial di Kantor Google

Google merupakan perusahaan multinasional Amerika Serikat, belakangan ini Google dikabarkan lebih banyak mempekerjakan karyawan kontrak.


zoom-inlihat foto
google12.jpg
TRIBUNNEWS/HO
Dari kiri ke kanan Head of Media Relation Toyota Astra Motor Dimas Ibrahim Aska, Industry Head Google Indonesia Amalia Fahmi, dan Industry Analyst Google Indonesia Abraham Hutagalung berbincang dalam acara Press Briefing Automotive Insights 2017 Google Indonesia di Jakarta, Selasa (11/4/2017).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Google merupakan perusahaan multinasional Amerika Serikat yang bergerak pada jasa dan produk internet.

Google perusahaan besar yang tidak diragukan lagi kejayaannya.

Namun belakangan ini Google dikabarkan lebih banyak mempekerjakan karyawan kontrak dibandingkan dengan karyawan tetap.

Dikutip dari Kompas.com, kenyataan bahwa google lebih mempekerjakan karyawan kontrak diungkap lewat bocoran dokumen internal Google yang dikumpulkan oleh New York Times.

Bulan Maret lalu dikabarkan bahwa pegawai kontrak google berjumlah 121.000 dari seluruh dunia.

Angka tersebut melebihi jumlah pegawai tetap dari seluruh dunia yang berjumlah 102.000 orang.

Hal ini sangat menarik untuk dibahas, karena dapat menimbulkan kesenjangan sosial diantara pegawai, bahwa pegawai kontrak di bawah pegawai tetap.

Mindy Cruz sebagai seorang mantan pegawai kontrak yang bekerja di bagian SDM Google pada 2017 menyatakan walaupun sama-sama bekerja di kantor pusat, namun gaji dan fasilitas yang didapatkan jauh berbeda.

Logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.
Logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. (KompasTekno)

Namun Cruz tetap ingin bekerja di kantor Google dan berharap suatu saat akan diangkat menjadi pegawai tetap.

Namun hal tersebut hanya menjadi impian saja.

Pasalnya Cruz justru dipecat karena menolak untuk menjalin asmara bersama atasannya.

Baca: 4 Tempat di Dunia yang Sengaja Diblur oleh Google Maps, Begini Penjelasannya Sebenarnya!

Baca: Aturan Karyawan Google: Dilarang Saling Ejek sampai Bahas Politik di Tempat Kerja

Hal tersebut juga membuat Cruz tidak diperbolehkan untuk bekerja di Google lagi.

"Rasanya sangat tidak adil. Mereka merebut peluang yang sangat besar ini," keluhnya.

Isu pembedaan status karyawan Google sudah terdengan sejak tahun lalu.

Bahkan diberikan jika Google memberikan lencana yang berbeda untuk pegawai kontrak dan pegawai tetap.

Lencana merah untuk pegawai kontrak.

Lencana putih untuk karyawan tetap.

Pegawai Kontrak biasanya dipekerjakan oleh perusahaan agensi SDM yang memiliki kerja sama dengan Google.

Pegawai Kontrak tersebut melakukan berbagai macam pekerjaan dari moderasi konten hingga menguji software.

Google juga memiliki istilah sendiri untuk para pegawai kontrak yakni TVC singkatan dari "temps, vendors, and contractors" (pegawai sementara, vendor, dan kontraktor).

Untuk pegawai tetap disebut dengan istilah "Googlers".

Gaji dan benefit yang diberikan juga berbeda.

Jika TVC tidak diperbolehkan menghadiri pesta perusahaan maka pegawai tetap diperbolehkan.

Pegawai kontrak juga tidak dapat melihat posting lowongan pekerjaan internal yang disediakan oleh perusahaan.

OnContracting, sebuah situs untuk mencari lowongan pekerja kontrak, memberikan gambaran penghematan jika mempekerjakan pegawai kontrak.

OnContracrting menaksir bahwa sebuah perusahaan dapat menghemat hingga 100.000 dollar AS per tahun per orang.

Pengiritan tersebut berasal dari gaji dan benefit yang diberikan untuk pegawai kontrak.

Sehingga timbulnya kesenjangan sosial.

"Ini (sistem pegawai kontrak) menciptakan sistem kasta di dalam perusahaan," ujar Chauhan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Minggu (2/6/2019).

Menurut OnContracting 40-50 persen tenaga kerja di perusahaan teknologi menerapkan sistem pegawai kontrak untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

Google menanggapi persoalan pegawai kontrak, Google tidak menanggapinya secara langsung adanya kesenjangan sosial yang tersembunyi.

Google menegaskan bahwa merekrut pegawai kontrak tidak hanya semata-mata untuk menghemat pengeluaran saja.

Bulan April lalu Google menyatakan bahwa setiap pegawai kontrak harus mendapat jaminan kesehatan, cuti atas kelahiran anak, dan mendapatkan upah minimun sebesar 15 dollar AS per jam dari pihak agensi penyedia SDM yang bersangkutan.

Bahkan Google menyediakan fasilitas untuk menyuarakan pendapat karyawan.

"Kami menyelidiki, meminta pertanggungjawaban dari individu terkait, dan berupaya meluruskan persoalan bagi siapapun yang terdampak," kata Naughton sebagai Vice President of People Operations Google.

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved