Kaget, Najwa Shihab Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Ulangi Pernyataan soal Perasaan Rakyat Papua

Kaget, Najwa Shihab Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Ulang Pernyataan soal Rasisme bagi Orang Papua


Kaget, Najwa Shihab Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Ulangi Pernyataan soal Perasaan Rakyat Papua
YouTube/Najwa Shihab
Gubernur Papua Lukas Enembe saat tampil di Acara Mata Najwa, Rabu (21/8/2019) malam. Kaget, Najwa Shihab Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Ulangi Pernyataan soal Perasaan Rakyat Papua. 


Kaget, Najwa Shihab Minta Gubernur Papua Lukas Enembe Ulang Pernyataan soal Rasisme bagi Orang Papua

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe  turut buka suara soal kerusuhan yang terjadi di wilayah Papua.

Tercatat ada beberapa kerusuhan terjadi di wilayah Papua seperti di kawasan Timika, Manokwari, dan Sorong.

Kendati demikian, kerusuhan tersebut telah teratasi saat ini.

Menanggapi adanya peristiwa tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe menuturkan kekecewaannya terhadap sikap masyarakat di luar Papua saat hadir di acara Mata Najwa.

Hal tersebut bermula ketika Najwa Shihab sebagai pembawa acara Mata Najwa meminta Gubernur Papua Lukas Enembe berkomentar soal permintaan maaf yang dilontarkan Gubernur Jawa Timur Khofifah.

Baca: Lukas Enembe

Baca: Provinsi Papua

"Pak Gubernur ada komentar mengenai permintaan maaf Ibu Khofifah dan pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan 'emosi boleh tetapi lebih baik saling memaafkan', apa lagi yang seharusnya bisa dilakukan?" tanya Najwa Shihab dilansir TribunJakarta.com pada Kamis (22/8).

Gubernur Papua lantas menuturkan, perbuatan mengenai rasisme sebenarnya dibenci oleh seluruh dunia.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa masyarakat Indonesia selama 74 tahun merdeka namun sikap terhadap masyarakat Papua belum berubah.

Kantor DPRD Papua Barat pasca-dibakar massa pada Senin (18/8/2019).
Kantor DPRD Papua Barat pasca-dibakar massa pada Senin (18/8/2019). (KOMPAS.com/Budi Setiawan)

Perlakuan masyarakat di luar Papua itu, menurut Gubernur Papua sama seperti apa yang terjadi di masa lalu.

"Ini sama seperti era kolonial. Apa bedanya?," ungkap Lukas Enembe.





Halaman
1234
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved