Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pulau Papua merupakan pulau terbesar kedua setelah Pulau Greenland di Denmark.
Pulau Papua, termasuk Papua New Guinea memiliki luas total 890.000 km persegi.
Sebelumnya Papua memiliki banyak nama diantaranya Labadios, Tungki, Janggi, Dwi Panta, Samudranta, Papa-Ua, Os Papuas, llha de Papo, dan Isla de Oro atau Island of Gold yang artinya Pulau Emas.
Nama Isla Del Oro membuat para pelaut Eropa datang berbondong-bondong untuk mencari emas yang terdapat di Papua.
Pada 1545, pelaut asal Spanyol, Inigo Ortiz de Retes memberi nama Nueva Guinee atau dalam penyebutan Inggris menjadi New Guinea.
New Guinea diberikan karena ciri-ciri penduduk Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting mirip dengan penduduk Afrika, Guinea.
Nama Papua dan Nueva Guinea yang kemudian diubah Belanda menjadi Nieuw Guinea dikenal luas di dunia pada abad ke-19.
Pada 1956, Belanda kembali mengubah nama Papua dari Nieuw Guinea menjadi The Nederlands Nieuw Guinea.
Pada 1964 Frans Kaisepo mengusulkan nama baru yaitu Iryan untuk pulau tersebut dengan mengambil sebuah nama dari sebuah mitos Manseren Koreri.
Secara harfiah Iryan berarti sinar matahari yang menghalau kabut di laut, sehingga ada harapan bagi para nelayan Biak untuk mencapai tanah daratan Irian.
Irian dalam bahasa Biak berarti tanah panas terdiri dari kata 'Iri' yang berarti tanah dan kata 'an' artinya panas.
Dalam bahasa Serui 'Iri' artinya tanah 'an' berarti bangsa, sementara dalam bahasa Merauke 'Iri' artinya ditempatkan atau diangkat tinggi dan 'an' berarti bangsa.
Pada masa pemulihan keamanan di Papua, presiden Ir. Sukarno dalam setiap pidatonya mempopulerkan kata Irian sebagai akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.
Nama Irian diganti menjadi Irian Barat secara resmi pada 1 Mei 1963 ketika pulau tersebut dikembalikan dari Kerajaan Belanda ke Indonesia, namun belum resmi menjadi bagian dari negara Indonesia.
Dunia internasional mengakui Papua adalah bagian Negara Indonesia setelah dilakukannya Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada 1969.
Pada tanggal 1 Maret 1973 sesuai dengan peraturan Nomor 5 tahun 1973 nama Irian Barat resmi diganti oleh Presiden Soeharto menjadi nama Irian Jaya.
Memasuki era reformasi sebagian masyarakat menuntut penggantian nama Irian Jaya menjadi Papua.
Dalam acara kunjungan resmi kenegaraan pada 1 Januari 2000, presiden Abdurrahman Wahid meresmikan penggantian nama Irian Jaya menjadi Papua.
Pada tahun 2004 Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia bagian timur tetap memakai nama Papua.
Sedangkan bagian barat menjadi Irian Jaya Barat yang sekarang menjadi Provinsi Papua Barat. (1)
Baca: Kabupaten Jayapura
Baca: Manokwari
Simbol Daerah #
SBerikut makna dan arti dari simbol atau lambang provinsi Papua.
Lambang Daerah berbentuk Perisai Berpaju Lima, menggambarkan kesiap-siagaan dan ketahanan.
Paju lima menunjukkan jumlah sila dalam Pancasila.
Warna dasar kuning emas pada bagian bawah perisai dan pita melambangkan keagungan.
Selain itu juga mengandung pengertian sebagai gambaran cita usaha pengalian hasil-hasil kekayaan bumi dan alamnya.
Warna dasar biru tua pada bagian atas perisai melukiskan kekayaan lautan atau perairan Papua.
Jalur kuning melingkari tepian perisai menggambarkan keyakinan tercapainya segala usaha dan perjuangan.
Jalur hitam yang melingkari pita dan warna tulisan hitam menggambarkan kemantapan dan kebulatan tekad untuk berkarya swadaya.
Tiga buah tugu berwarna abu-abu dan putih sebelah kiri di atas tumpukan batu persegi panjang, bersusun dua.
Masing-masing berderet enam dan sembilan yang berwarna putih bergaris-garis batas hitam.
Hal tersebut berarti sebagai perjuangan TRIKORA dan kemenangan PEPERA Tahun 1969.
Tumpukan batu juga melambangkan Dinamika Pembangunan di Papua.
Warna abu-abu putih dan bergaris-garis hitam melambangkan ketenangan dan kesucian.
Setangkai padi berisi 17 butir dan setangkai kapas terdiri dari delapan buah berwarna putih bertangkai hijau tua diikat dengan sehelai pita berwarna merah berlekuk empat dan berjurai lima melukiskan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.
Tiga buah gunung berjajar berwarna hijau tua dan berpuncak salju menggambarkan ciri khas Papua yang bergunung.
Warna hijau tua melambangkan kesuburan tanah atau kekayaan alam daratan Papua.
Sedangkan tulisan Papua dalam huruf cetak yang berwarna kuning menggambarkan keluhuran dan keagungan cita. (2)
Visi dan Misi #
Visi
Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera :
- Papua Bangkit
Adalah orang Papua mampu berdiri tegak dengan harkat dan martabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa menghilangkan identitas diri dan kekhususan kepapuaan.
Kebangkitan rakyat Papua terjadi dilevel individu, keliuarga, komunitas maupun regional.
Identitas Orang Papua diakui dan dihormati dalam berbagai level dan bidang pembangunan, dimana Orang Papua mampu mengaktualisasikan diri dan mengambil peran di berbagai sektor pembangunan.
- Papua Mandiri
Adalah kondisi masyarakat Papua mampu mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan kemajuan ekonomi.
Dengan didukung generasi baru Papua yang memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) serta ekonomi kampung tumbuh dan berkembang.
- Papua Sejahtera
Adalah semua masyarakat Papua tanpa terkecuali dapat memenuhi hak-hak dasarnya di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan terutama pangan, sandang dan papan secara merata serta memiliki rasa aman dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah sehingga menikmati kehidupan yang lebih bermutu dan maju serta memiliki pilihan yang tulus dalam seluruh kehidupannya.
Misi
- Mewujudkan suasana aman, tentram dan nyaman
- Tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta penguatan ekonomi khusus
- Kualitas sumber daya manusia Papua yang sehat, berprestasi dan berahlak mulia
- Peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal
- Percepatan pembangunan insfrastruktur dan koneksitas daerah. (3)
Kabupaten dan Kota #
Mamta : Jayapura, Sarmi, Keerom, Kota Jayapura, Mamberamo Raya
Saireri : Supiori. Waropen, Kepulauan Yapen, Biak Numfor
Anim Ha :Merauke, Mappi, Asmat, Boven Digoel
La Pago : Puncak Jaya, Yakuhimo, Tolikara, Pegunungan Bintang, Yalimo, Lanny Jaya, Puncak, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Nduga
Me Pago :Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan jaya
Bomberai : Mimika (3)
Geografis #
Pulau Papua berada di ujung timur dari wilayah Indonesia dan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis.
Kabupaten Puncak Jaya merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah adalah kota Merauke.
Puncak Jaya memiliki ketinggian 4.884 m dan menjadi puncak tertinggi baik di Indonesia maupun Oceania.
Sebagai daerah tropis dan wilayah kepulauan pulau Papua memiliki kelembapan udara relatif lebih tinggi berkisar antara 80-89%.
Kondisi tersebut menyebabkan kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata. (4)
Suku dan Budaya #
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 25 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda.
Suku-suku tersebut diantaranya :
- Ansus
- Amungme
- Asmat
- Ayamaru, di Sorong
- Bauzi
- Biak
- Dani
- Empur, di Kebar dan Amberbaken
- Hatam, di Ransiki dan Oransbari
- Iha
- Komoro
- Mee, di pegunungan Paniai
- Meyakh, di kota Manokwari
- Moskona, di Merdei
- Nafri
- Sentani, di sekitar danau Sentani
- Souk, di Anggi dan Manyambouw
- Waropen
- Wamesa di sebelah selatan Teluk Wondawa ( Wandamen )
- Muyu
- Tobati
- Enggros
- Korowai
- Fuyu
- Mandobo/Wambon
Budaya
Baju adat : Ewer, Koteka, Sali, Yokai
Alat musik tradisional : Tifa, Noken
Acara Adat
- Pesta Bakar Batu
- Upacara Potong Jari
- Upacara Tanam Sasi (Papua Barat dan Merauke)
- Upacara adat potong rambut (10)
Potensi #
Infrastruktur
Provinsi Papua adalah satu dari provinsi terkaya di Indonesia, dengan kekayaan alam seperti hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan pertambangan.
Namun kekayaan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal karena akses jalan belum memadai.
Oleh karena itu Dinas Pekerjaan Umum berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan misalnya pembangunan jalan Jayapura - Wamena sebagai jalan provinsi. (5)
Koperasi dan UMKM
Data keberadaan koperasi berdasarkan kabupaten/kota provinsi Papua per 31 Desember 2006 adalah :
Unit aktif : 944
Unit tidak aktif : 820
Anggota : 137.767
Volume Usaha : Rp 124.771 juta
SHU : Rp 11.223 juta (6)
Pariwisata
Potensi pariwisata Papua merupakan yang paling lengkap di Indonesia.
Alam Papua masih asli dengan budaya yang khas dan unik dapat menarik minat wisatawan mancanegara.
Bahkan masih banyak obyek pariwisata yang belum tersentuh manusia.
Obyek pariwisata diantaranya:
- Salju abadi di pegunungan tengah dan taman Nasional Lorentz yang luasnya mencapai 2.505.600 ha.
- Taman Nasional Wasur di Merauke
- Taman Nasional Teluk Cenderawasih
- Festival Lembah Baliem dan Asmat (7)
Perikanan dan Kelautan
Papua memiliki garis pantai sepanjang 1.170 mil laut dengan luas perairan territorial mencapai 45.510km persegi dan mengandung berbagai jenis biota laut yang bernilai ekonomis.
Potensi lestari sumber daya perikanan laut sebesar 1.524.800 ton/tahun dan perikanan darat sebesar 268.100 ton/tahun.
Angka tersebut belum termasuk potensi lahan untuk pengembangan budidaya laut dan tambak diperkirakan sebesar 1.663.200 Ha.
Provinsi Papua juga memiliki ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi seperti Arwana (Scleropages jardinii) di Merauke, dan udang Cherax di Jayawijaya.
Ikan hias lainnya seperti Rainbow Fish, Bambit, Iriatherina, dan Kaca juga banyak ditemukan di Papua. (8)
Tanaman pangan dan Holtikultura
Provinsi Papua memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan pertanian.
Pada 2009 luas potensi lahan pengembangan tanaman pangan dan hortikultura mencapai 3.513.552.0 Ha.
Angka tersebut sudah dimanfaatkan 102.588.0 Ha atau 2,29 % dan yang belum dimanfaatkan seluas 3.410.964,0 Ha atau 97,08 %.
Pada 2010 luas potensi lahan pengembangan tanaman pangan dan horikultura provinsi Papua mencapai 14.269.376 Ha, sementara lahan yang belum dimanfaatkan seluas 14.078.744 Ha atau 98,66%. (9)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)
| Batas Wilayah |
|---|
| Utara | Samudra Pasifik |
|---|
| Timur | Papua Nugini |
|---|
| Selatan | Samudra Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Australia |
|---|
| Barat | Papua Barat, Kepulauan Maluku |
|---|
| Luas Wilayah | 420.540 kilometer persegi |
|---|
| Curah Hujan | 1.800-3.000 mm |
|---|
| Suhu Udara | 19-28 derajat Celcius |
|---|
| Kelembapan | 80% |
|---|
Sumber :
1. www.kompasiana.com
2. www.papua.go.id