Kata KontraS Soal Dugaan Keterlibatan Kivlan Zen dan Wiranto dalam Kasus Pelanggaran HAM Berat

Deputi Koordinasi KontraS, Feri Kusuma mengatakan dugaan keterlibatan pelanggaran HAM berat Kivlan Zen dan Wiranto semakin kuat.


Kata KontraS Soal Dugaan Keterlibatan Kivlan Zen dan Wiranto dalam Kasus Pelanggaran HAM Berat
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Feri Kusuma. 


Deputi Koordinasi KontraS, Feri Kusuma mengatakan dugaan keterlibatan pelanggaran HAM berat Kivlan Zen dan Wiranto semakin kuat.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Deputi Koordinasi KontraS, Feri Kusuma mengatakan dugaan keterlibatan pelanggaran HAM berat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan Jenderal TNI (Purn) Wiranto semakin kuat.

Hal itu ditandai dengan adanya gugatan Kivlan Zen terhadap Wiranto terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998.

Hal tersebut dinilai makin menguatkan dugaan bahwa pelanggaran HAM berat pada tahun-tahun tersebut memang melibatkan aktor-aktor negara.

“Dalam peristiwa Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, semakin menguatkan keterlibatan Wiranto dan Kivlan Zen pada pelanggaran HAM berat di masa lalu,” kata Feri di Kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019) seperti yang dilansir Kompas.

Lebih lanjut, Feri juga mengatakan bahwa nama Wiranto sebenarnya sudah tidak asing dalam lingkaran pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Komnas HAM periode 2002-2003 bahkan sudah melakukan penyelidikan pro justicia atas peristiwa Semanggi I, II, dan Tragedi Trisakti.

Hasilnya, ada dugaan pelanggaran HAM berat pada peristiwa itu dan menyeret Wiranto sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca: Kivlan Zen Tuntut Wiranto Terkait Dana Rp 8 Miliar Pembentukan Pam Swakarsa 1998

Baca: PBSI Rilis Daftar Pemain yang Ikut Korea Open 2019: Della/Rizki Absen, Ada Nama Baru di Ganda Putri

Karena itu, Feri mendorong agar Komnas HAM ikut mencermati gugatan Kivlan Zen terhadap Wiranto tersebut.

Feri juga berharap, dari gugatan tersebut Komnas HAM dapat melanjutkan penyelidikan atas pelanggaran HAM berat di masa lalu, terutama peristiwa Semanggi I, II, dan Tragedi Trisakti.

“Jadi, kami meminta Komnas HAM dan Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti pernyataan gugatan perdata Kivlan Zen ini ke tahapan selanjutnya,” katanya.

Pernyataan KontraS tersebut juga didukung oleh sejumlah organisasi pegiat HAM lainnya seperti Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), serta Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta).

Seperti diketahui sebelumnya, Kivlan Zen sebagai mantan Kepala Staf Komando Strategis Ankatan Darat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan serta Panglima ABRI, Wiranto.

Gugatan tersebut masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 5 Agustus 2019 dan dilakukan persidangan pertama pada Kamis (15/8/2019) terkait dengan pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa tahun 1998 yang diperintahkan oleh Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official





Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved