17 AGUSTUS - Hari Ini 74 Tahun Lalu, Tanggal 15 Agustus 1945: Pemuda Mendesak & Mengancam Soekarno

Hari Ini 74 Tahun Lalu, pada tanggal 15 Agustus 1945 para pemuda dan mahasiswa mendesak Soekarno-Hatta untuk segera menyelenggarakan proklamasi


zoom-inlihat foto
pemuda-dan-soekarno.jpg
(Wikimedia)
Pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda dari berbagai golongan mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera melaksanakan proklamasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Berita mengenai kekalahan Jepang dan penyerahan kekuasaannya kepada Sekutu telah beredar luas di berbagai radio di Indonesia, khususnya di Jakarta, pada tanggal 15 Agustus 1945 setelah sempat muncul pada sehari sebelumnya (14 Agustus 1945).

Walaupun pemerintahan Jepang di Indonesia menyita berbagai radio, namun ada beberapa radio yang sempat diamankan oleh para pemuda untuk memantau berita-berita perang pasifik di kancah internasional.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, Soebardjo serta tokoh-tokoh yang semula tidak percaya mengenai berita kekalahan Jepang kali ini mendengarkan sendiri berita tersebut melalui siaran radio.

Di tempat terpisah, para pemuda dan mahasiswa pada tanggal 15 Agustus 1945 juga melakukan pertemuan guna membahas persoalan langkah-langkah yang dipersiapkan untuk merespon berita kekalahan Jepang dari Sekutu.

  • Soekarno, Hatta dan Subardjo: Kunjungan ke Rumah Laksamana Tadeshi Maeda

Sejak diberitahu kabar terkait berita kekalahan Jepang  dari Sutan Syahrir pada sehari sebelumnya, pada tanggal 15 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, Subardjo serta tokoh - tokoh lainnya di Indonesia kali ini mengetahuinya sendiri.

Untuk membuktikan kebenaran tersebut, Soekarno kemudian berusaha untuk mengunjungi  Gunseikanbu atau Kepala Staf Departemen Urusan Umum.

Bersama dengan Mohammad Hatta dan Subardjo, Soekarno mengunjungi kantor Gunseikanbu di Jawa yang beralamat di Gedung Battafsche Petroleum Maatschappij (sekarang Gedung Pertamina Pusat, Jl. Perwira).

Sesampainya di tempat, ternyata Gunseikan tidak ada di tempat.

Mereka bertiga kemudian pergi kantor Laksamana Tadeshi Maeda.

Saat bertemu dengan Maeda, Soekarno memberitahu perihal berita kekalahan Jepang.

Disini Maeda tidak segera merespon. 

Ia diam sebentar kemudian menerangkan bahwa dirinya belum menerima pemberitahuan resmi dari Tokyo.

Menurut Maeda, kabar berita tersebut tidak benar.

  • Pergerakan Pemuda di Jl. Prapatan 10 

Di tempat lain pada tanggal 15 Agustus 1945, terjadi pertemuan oleh sejumlah pemuda dan mahasiswa.

Bertempat di asrama mahasiswa kedokteran, Jalan Prapatan 10, sejumlah pemuda dan mahasiswa berkumpul dan membicarakan kemungkinan dilaksanakannya proklamasi.

Di tempat ini juga, para pemuda dan mahasiswa melakukan monitoring di depan Radio Australia terkait kelanjutan berita kekalahan Jepang.

Mereka (para pemuda dan mahasiswa) yakin bahwa Jepang sudah menyerah dan Sekutu telah memberi ultimatum kepada Jepang untuk melakukan serah terima kekuasaan yang dilakukan sebelum tanggal 15 Agustus 1945.

Dalam rapat ini, para pemuda dan mahasiswa kembali menegaskan keputusan sehari sebelumnya bahwa proklamasi harus dilakukan sedini mungkin dan melalui Soekarno dan Mohammad Hatta serta tanpa campur tangan sama sekali dari pihak Jepang.

  • Pergerakan Pemuda: Rapat di Jl. Pegangsaan Timur No. 17

Sore harinya, masih di tanggal 15 Agustus 1945, sesuai rencana kemarin malam (14 Agustus 1945), para pemuda dan mahasiswa berkumpul kembali.

Mereka berkumpul di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi, di Jalan Pegangsaan Timur No. 17 (sekarang adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia).





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved