Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konferensi Inter Indonesia merupakan sebuah sejarah nasional, yakni konferensi yang dilakukan oleh Indonesia dan BFO (negara bentukan Belanda).
BFO adalah negara boneka Belanda ketika Indonesia menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat).
Pada mulanya, negara BFO dibentuk untuk menguasai Indonesia kembali setelah Indonesia merdeka.
Pada saat itu negara pecahan yang terbentuk berjumlah 16 yang kemudian dibagi menjadi tiga tempat kekuasaan.
Baca: 17 AGUSTUS - Kronik Jelang Proklamasi : 14 Agustus 1945
Baca: 17 Agustus – Serial Sejarah Nasional : Perang Puputan Badung
Kekuasaan yang pertama meliputi Pasundan, Indonesia, Jawa Timur, Negara Indonesia Timur, Madura, Sumatera Selatan dan Sumatera Timur.
Daerah kekuasaan kedua yakni Riau, Jawa Tengah, Dayak Besar, Bangka, Belitung, Kaltim, Kalbar, Kalteng dan Banjarmasin.
Kemudian daerah kekuasaan ketiga yakni wilayah Indonesia yang tidak masuk kedalam negara bagian. (1)
Latar Belakang #
Konferensi Inter Indonesia dilakukan karena hasil Perjanjian Roem Royen yang menyatakan bahwa Indonesia harus mengikuti KMB (Konferensi Meja Bundar).
Keikuitsertaan Indonesia di Konferensi Meja Bundar menyebabkan Indonesia harus menyiapkan diri dengan mengadakan suatu konferensi antar Indonesia yang terdiri dari pihak Indonesia dan Negara Boneka Bentukan Belanda.
Alasan yang lainnya yakni sikap BFO yang berubah ketika terjadi Agresi Militer II menyebabkan negara BFO melepaskan beberapa pemimpin Indonesia. (2)
Tujuan #
Konferensi Inter Indonesia dilaksanakan dengan tujuan membentuk suatu negara yang federal atau negara serikat yang terdiri dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah.
Pelaksanaan Konferensi Inter Indonesia merupakan satu di antara syarat agar mendapat pengakuan dari Belanda.
Konferensi Inter Indonesia dilaksanakan dua kali yakni 19 hingga 22 Juli 1949 di Yogyakarta dan 30 Juli 1949 di Jakarta. (2)
Hasil Konferensi #
1. Konferensi Inter-Indonesia di Yogyakarta (19 – 22 Juli 1949)
Konferensi Inter Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta memberikan sebuah keputusan yakni:
- Negara Indonesia Serikat akan diberi nama Republik Indonesia Serikat.
- Merah Putih adalah bendera kebangsaan.
- Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan.
- Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia.
- 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan.
2. Konferensi Inter-Indonesia di Jakarta 30 Juli 1949
Konferensi Inter Indonesia yang kedua memberikan hasil bahwa BFO memberikan dukungan kepada Republik Indonesia atas penyerahan kedaulatan Indonesia.
Pada bidang militer/pertahanan Konferensi Inter Indonesia memutuskan antara lain:
- Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) adalah Angkatan Perang Nasional.
- TNI menjadi inti APRIS dan akan menerima orang-orang Indonesia yang ada dalam KNIL, dan kesatuan-kesatuan tentara Belanda lain dengan syarat-syarat yang akan ditentukan lebih lanjut.
- Pertahanan negara adalah semata-mata hak Pemerintah RIS, Negara-negara bagian tidak mempunyai angkatan perang sendiri.
Setelah terjadi dua kali Konferensi Inter Indonesia menghasikan sebuah kesepakatan yakni:
- Negara Indonesia Serikat dinamakan Republik Indonesia Serikat (RIS).
- RIS akan dikepalai seorang presiden dibantu menteri yang bertanggung jawab kepada presiden. Soekarno-Hatta akan menjadi presiden dan wakil presiden.
- RIS akan menerima penyerahan kedaulatan, baik dari RI maupun dari kerajaan Belanda.
- Angkatan Perang RIS adalah Angkatan Perang Nasional. Presiden RIS adalah Panglima Tertinggi Angkatan Perang RIS.
Hasil kesepakatan ini yang akan dibawa Indonesia menuju Konferensi Meja Bundar. (3)
(TribunnewsWiki/Sekar)
Jangan lupa Subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!
| Nama | Konferensi Inter Indonesia |
|---|
| Konferensi Inter Indonesia Pertama | 19 – 22 Juli 1949 (Yogyakarta) |
|---|
| Konferensi Inter Indonesia Kedua | 30 Juli 1949 (Jakarta) |
|---|
| Kategori | Sejarah Nasional |
|---|
Sumber :
1. ensiklopediilmupopuler219.blogspot.com
2. seputarilmu.com
3. www.guruips.com