Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Johannes Abraham Dimara merupakan pahlawan nasional yang lahir di Papua pada 14 April 1916.
Memiliki nama lahir Arabel, namun saat diasuh oleh Elias Mahubesi namanya berganti menjadi Johannes Abraham Dimara.
Johannes Abraham Dimara meninggal di Jakarta pada 20 Oktober 2000 di usia 84 tahun.
Ayah Johannes Abraham Dimara bernama Willem Dimara.
Johannes Abraham Dimara bersekolah di sekolah dasar asuhan Tuan Guru Simon Soselisa.
Ketika meninggalkan kampung halaman, Johannes Abraham Dimara diangkat oleh seorang Kepala Polisi Mahabesi.
Nama Johannes Abraham Dimara yang semula Arabel diganti dengan nama baptis Johannes Abraham.
Nama marga tetap melekat, sehingga nama barunya menjadi Johannes Abraham Dimara. (1)
Pendidikan #
Johannes Abraham Dimara menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada 1930 dan melanjutkan ke Sekolah Pertanian.
Johannes Abraham Dimara berhasil menyelesaikan pendidikan di tahun 1935.
Baca: 17 AGUSTUS - Peristiwa Rengasdengklok
Baca: Gunung Ciremai
Johannes Abraham Dimara menjadi Guru Injil di Kecamatan Leksula di bawah asuhan seorang pendeta asal Belanda.
Pada 1945, Johannes Abraham Dimara turut serta dalam pengibaran Bendera Merah Putih di Namlea, Pulau Buru.
Johannes Abraham Dimara juga ikut berjuang untuk mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia.
Pada 1950, Johannes Abraham Dimara diangkat sebagai Ketua OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat) dan menjadi anggota TNI.
Di tahun 1954, Johannes Abraham Dimara melakukan infiltrasi yang menyebabkan Johannes ditangkap Belanda.
Johannes Abraham Dimara kemudian dibuang ke Digul dan baru dibebaskan pada 1960. (1)
Peran #
Johannes Abraham Dimara pernah mendaftar sebagai anggota Heiho, yaitu tentara pembantu yang dibentuk Jepang.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda hanya mengakui kedaulatan Republik Indonesia di wilayah Jawa, Madura dan Sumatera.
Sedangkan wilayah Indonesia Timur masih menjadi bagian dari kekuasaan Belanda sesuai dengan isi Perjanjian Linggarjati.
Pada saat itulah, Johannes Abraham Dimara bertugas sebagai polisi di Pelabuhan Namlea, Ambon.
Ketika Kapal Sindoro yang mengibarkan Bendera Merah Putih membawa pasukan ALPI yang berasal dari Maluku datang pada 1946, semangat Johannes Abraham Dimara membara.
Rasa nasionalisme Johannes Abraham Dimara ikut tumbuh.
Johannes Abraham Dimara kemudian menyelidiki maksud kedatangan kapal tersebut.
Pada saat itu, Johannes Abraham Dimara naik ke atas kapal dan menemui Kapten Ibrahim Saleh dan Yos Sudarso.
Pada saat itu, Yos Sudarso meminta bantuan agar kapal dapat merapat di pelabuhan dan menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan serta merintis perjuangan mengusir penjajah di Indonesia Timur.
Rasa nasionalisme yang membara membuat Johannes Abraham Dimara menyarankan agar kapal berlabuh di Tanjung Nameke.
Setelah melewati perjuangan panjang, akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949.
Johannes Abraham Dimara kemudian bergabung dengan Batalyon Pattimura APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) dan ikut serta dalam operasi militer RMS (Republik Maluku Selatan).
Pada saat itu Johannes Abraham Dimara ikut dalam pembebasan Irian Barat dan menjadi anggota OPI.
Pada 1954 Johannes Abraham Dimara melakukan infiltrasi melawan Belanda.
Infiltrasi tersebut bertujuan untuk mengobarkan semangat nasionalisme dan membangkitkan perlawanan rakyat kepada Belanda.
Namun, rencana tersebut diketahui oleh Belanda dan terjadi pertempuran antara OPI dengan Belanda.
Pertempuran yang tidak imbang tersebut menyebabkan 11 pasukan tewas. (2)
Delegasi RI #
Johannes Abraham Dimara dipanggil oleh Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Soebandrio di Istana Merdeka.
Pada saat itu, Johannes Abraham Dimara dikukuhkan menjadi anggota yang akan mengikuti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Johannes Abraham Dimara sebagai tokoh pembebasan Irian Barat di PBB berangkat pada tahun 1961. (3)
Organisasi #
Walaupun Johannes Abraham Dimara merupakan tokoh dari Papua, namun Johannes Abraham Dimara tidak pernah meninggalkan organisasinya yang berada di Jakarta.
Pada 1953, Johannes Abraham Dimara diangkat menjadi Ketua I Gerakan Cendrawasih Revolusioner Irian Barat (GCRIB).
Di mana pada saat itu Mahmud Rumagessan merupakan Ketua Umum.
GGCRIB bertujuan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke Indonesia.
Selain menjadi Ketua GRIB, Johannes Abraham Dimara juga dipercaya menjadi anggota Dewan Pertahanan Nasional (Depertan). (3)
Tanda Jasa
- Satyalancana Perang Kemerdekaan Kesatu
- Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kedua
- Satyalancana Satya Dharma
- Satyalancana Bhakti
- Satyalancana Gerakan Operasi Militer III
- Satyalancana Perintis Pergerakan kemerdekaan (4)
Penghargaan #
Johanes Abraham Dimara ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor : 052/TK/Tahun 2010 tanggal 8 November 2010. (5)
(TribunnewsWiki/Sekar)
Jangan lupa Subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!
| Nama lahir | Arabel |
|---|
| Nama lain | Johannes Abraham Dimara |
|---|
| Tanggal lahir | Papua, 14 April 1916 |
|---|
| Meninggal | Jakarta, 20 Oktober 2000 |
|---|
| Orang tua | Willem Dimara |
|---|
| Penghargaan | Pahlawan Nasional |
|---|
| Perintis | Pergerakan Kemerdekaan |
|---|
Sumber :
1. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
2. janganlah.com
3. pinterpolitik.com
4. simetri-radial.ft-umj.web.id
5. pahlawancenter.com