Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Letnan Jenderal Gatot Subroto merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia.
Gatot Subroto lahir di kota banyumas pada tanggal 10 Oktober 1909.
Gatot Subroto mengawali karir militer dengan menjadi anggota KNIL, tentara Hindia Belanda.
Kemudian Gatot Subroto bergabung dengan Pembela Tanah Air (Peta), organisasi militer milik Jepang yang merekrut tentara pribumi untuk berperang.
Gatot Subroto merupakan pembentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) (1)
Gatot Subroto dalah anak tertua dari Sayid Yudoyuwono, dan memiliki 7 orang adik. (2)
Pendidikan #
Gatot Subroto mengawali pendidikanya di Europesche Lagere School (ELS), setingkat Sekolah Dasar.
Gatot Subroto mendapat bantuan pendidikan dari bupati Banyumas hingga ia dapat diterima di ELS.
Gatot Subroto tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di ELS karena dikeluarkan dari sekolah akibat berkelahi dengan seorang anak Belanda.
Akibat perkelahiannya, Gatot Subroto tidak di izinkan memasuki sekolah pemerintah lainnya.
Beruntung ada seorang anggota keluarga Gatot Subroto yang menjadi guru di HIS (Hollandsch Inlandsche School) setingkat SD dengan bahasa Belanda Cilacap.
Berkat bantuan dari guru tersebut, Gatot Subroto pindah dari Banyumas ke Cilacap dan bersekolah di HIS.
Setelah menamatkan HIS, Gatot Subroto bekerja sebagai pegawai negeri.
Namun pekerjaanya sebagai pegawai negeri tidak di teruskan, Gatot Subroto memilih berhenti dari pekerjaannya
Pada tahun 1928, Gatot Subroto mendaftarkan diri ke sekolah militer, Cadet School di Magelang saat berusia 21 tahun.
Saat bersekolah di militer, Gatot Subroto merasa bahwa dunia militer adalah sesuatu yang sesuai dengan jiwanya.
Setelah tiga tahun dididik di sekolah militer ini, Gatot Subroto dinyatakan lulus, ia mendapat pangkat sersan Kelas II KNIL (Tentara Kerajaan Belanda).
Kemudian Gatot Subroto mendapat tugas pertamanya di Padang Panjang, Sumatra Barat.
Lima tahun kemudian Gatot Subroto dikirim ke Sukabumi, Jawa barat, untuk mengikuti pendidikan marsose, kesatuan militer dengan tugas-tugas khusus, dan yang menuntut keberanian yang lebih dari rata-rata kesatuan lain. (2)
Berikut riwayat pendidikan Gatot Subroto:
- Europeesche Lagere School (ELS)
- Holands Inlandse School (HIS)
- Sekolah Militer, Magelang, 1923
- Pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta)
- Tentara Keamanan Rakyat (TKR) (1)
Perjuangan #
Perjuangannya Pada Masa Kemerdekaan (1945-1949)
Ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Gatot Subroto berada di Banyumas.
Kemudian para pemuda terlibat dalam usaha merebut senjata pasukan Jepang dengan tujuan mempertahahkan RI dari ancaman musuh.
Di Banyumas, Gatot Subroto berhasil mengambil alih kekuasaan kepolisian kemudian ia diangkat menjadi KepaIa Kepolisian seluruh Karesidenan Banyumas.
Gatot Subroto juga aktif bersama-sama pimpinan BKR mengadakan perundingan dengan pihak Jepang dalam rangka mengambil alih kekuasaan.
Setelah Divisi V Purwokerto terbentuk di bawah pimpinan Kolonel Soedirman, Gatot Subroto diangkat menjadi Kepala Siasat.
Gatot Subroto turut mendampingi Kolonel Soedirman dalam pertempuran menghadapi pasukan Serikat di Ambarawa yang bertahan di benteng Willem I.
Gatot Subroto ditunjuk sebagai komandan sektor front Ambarawa.
Pertempuran di Ambarawa berlangsung sejak pasukan Serikat mundur dari Magelang tanggal 2l November 1945-15 Desember 1945.
Menjelang meletusnya pemberontakan PKI di Madiun, Gatot Subroto diangkat menjadi Panglima Corps Polisi Militer. (3)
Penegak Kemanan Dalam Negeri #
Setelah Pengakuan Kedaulatan, Gatot Subroto diangkat menjadi Panglima Teritorium Jawa Tengah berkedudukah di Semarang.
Walaupun Perang Kemerdekaan telah selesai, selaku Panglima Jawa Tengah Gatot masih melaksanakah operasi miiter untuk memulihkan keamanan yang diganggu oleh DI/TII.
Dalam tahun 1952 Gatot Subroto diangkat sebagai Panglima tentara dan Teritorium VII Wirabuana, berkedudukan di Ujungpandang
Sesudah peristiwa 17 Oktober 1952, di Jakarta, pada tanggal 18 November 1952 Panglima T & T VII di “daulat” oleh Kepala Stafnya Letnan Kolonel Warrouw.
Kekuasaannya diambil alih, karena Gatot Subroto dianggap terang-terangan mendukung pernyataan pimpinan Angkatan Darat.
Gatot Subroto memilih mundur dari pada ikut bermain politik yang tidak menentu.
Sejak itu, ia menetap di Semarang sebagai orang sipil, sambil membangun rumah di Ungaran. (3)
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat #
Pemerintah memanggil Gatot Subroto kembali dan mengangkatnya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dengan tugas mengurus Urusan dalam Angkatan Darat.
Urusan pimpinan umum berada di tangan KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Kolonel A.H. Nasution. (3)
Kematian #
Ketika masa jabatan sebagai wakil KSAD hampir habis, pemerintah merencanakan untuk menyediakan kursi jabatan Penasehat Militer Presiden.
Pada tanggal 11 Juni 1962 Letnan Jenderal Gatot Subroto meninggal dunia setelah menderita serangan penyakit jantung.
Sebagai tempat peristirahatan terakhir, sesuai dengan pesannya, Gatot Subroto dimakamkan di Ungaran.
Gatot Subroto memiliki bintang jasa sebanyak tujuhbelas.
Untuk menghargai jasa-jasanya, pemerintah menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Anumerta.
Penghargaan tertinggi diberikan Pemerintah berupa gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 18 Juni 1962. (3)
Karir #
Karir
- Wakil Kepala Staff Angkatan Darat, 1953
- Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV Diponegoro
- Gubernur Militer Daerah Surakarata dan sekitarnya, 1945-1950
- Panglima Corps. Polisi Militer, 1945-1950
- Panglima divisi II, 1945-1950
- Komandan Batalyon
- Komandan kompi, Sumpyuh, Banyumas
- Anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda)
- Pegawai pemerintah. (1)
(Tribunnewswiki.com/Wiene)
| Info Pribadi |
|---|
| Nama | Gatot Subroto |
|---|
| Jabatan | Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke 2 (1956 – 1962) |
|---|
| Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat ke 3 (1948 – 1949) |
| Lahir | Banyumas, 10 Oktober 1907 |
|---|
| Meninggal | Jakarta, 11 Juni 1962 |
|---|
| Almamater | KNIL |
|---|
| Penghargaan | Pahlawan Kemerdekaan Nasional |
|---|
Sumber :
1. m.merdeka.com
2. pahlawancenter.com
3. sejarah-tni.mil.id