Mulai 2020 Kemenristekdikti Akan Undang Rektor Asing untuk Pimpin Perguruan Tinggi di Indonesia

Targetnya, pada 2020 nanti sudah ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang dipimpin oleh rektor dari luar negeri.


zoom-inlihat foto
rektor-asing.jpg
Pixabay
Ilustrasi proses perkuliahan di dalam kelas.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan memberlakukan kebijakan penugasan rektor asing di sejumlah universitas di Indonesia.

Wacana itu sudah bergulir sejak akhir Juli 2019 dan sudah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

“Sudah saya sampaikan secara lisan, Bapak Presiden setuju,” ujar Menristekdikti, Mohamad Nasir seperti yang dikutip Kompas, Kamis (1/8/2019).

Dikutip dari Kompas, Minggu (4/8/2019), M Nasir juga mengatakan bahwa setelah mendapat lampu hijau dari presiden, wacana untuk mendatangkan rektor asing selanjutnya akan dibawa dalam rapat kabinet.

Setelah itu, baru akan dilakukan perbaikan terhadap tata kelola serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca: Biaya Sekolah di India Ini Dibayar hanya Menggunakan Sampah Plastik

Baca: Selain Bisnis, Maudy Ayunda Juga Ambil Jurusan Ini di Stanford University

Targetnya, pada 2020 nanti sudah ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang dipimpin oleh rektor dari luar negeri.

M Nasir mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 4.700 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Nantinya, pada tahap awal, akan diambil contoh di dua sampai lima perguruan tinggi untuk melaksanakan program tersebut.

“Bisa PTNBH, bisa swasta, akan dilihat dulu,” lanjut Nasir.

Adapun kriteria rektor asing yang akan ditugaskan untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia menurut Nasir terdiri atas beberapa faktor, di antaranya faktor jaringan dan rekam jejak calon rektor asing tersebut.

Dua faktor itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang nantinya akan dipimpin oleh rektor asing tersebut.

“Kalau mereka ingin jadi rektor dari negara-negara asing, paling tidak harus kita perhatikan dia punya network (jaringan) atau track record (rekam jejak). Kami nanti akan lakukan global bidding (penawaran global),” ujar Nasir seperti dikutip Kompas dari Antara, Jumat (2/8/2019).

Rekam jejak ini dinilai penting, terutama dalam peningkatan hasil riset dan inovasi untuk menjawab kebutuhan pasar.

M Nasir
Menteri Riset dan Teknologi Mohamad Nasir pada konferensi pers di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (26/7/2019) terkait biaya kuliah dan pengenalan kehidupan kampus.(DOK. KEMENRISTEKDIKTI)

Lebih lanjut, pengalaman juga menjadi faktor yang diperhatikan karena dianggap dapat menentukan kemampuan calon rektor asing tadi dalam meningkatkan peringkat suatu perguruan tinggi menjadi lebih baik.

Nasir mengungkapkan, nantinya penawaran posisi calon rektor untuk perguruan tinggi di Indonesia kepada para calon dari luar negeri akan dilaksanakan secara terbuka sehingga bisa menjaring peserta dengan kualitas yang bagus dan mendapatkan hasil terbaik.

Menurut dia, tidak semua perguruan tinggi yang akan dipimpin oleh rektor asing.

Pihaknya berharap dua sampai lima perguruan tinggi di Indonesia ditargetkan akan dipimpin oleh rektor asing pada 2024.

Harapannya, rektor yang didatangkan dari luar negeri tersebut dapat mendongkrak peringkat perguruan tinggi di Indonesia ke posisi 100 besar dunia.

“Kami nanti tantang calon rektor luar negerinya. Kamu bisa tidak tingkatkan rankingperguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia, setelah ini 100 besar dunia,” tuturnya.

Baca: Dibintangi Jason Statham, Berikut Sinopsis Film Ghost of Mars Tayang Malam Ini di Bioskop TransTV

Baca: Sisi Buruk Orang yang Lahir di Bulan Agustus, Mereka Selalu Merasa Benar dan Keras Kepala

Dia menambahkan, calon rektor asing itu harus bisa meningkatkan publikasinya, mendatangkan dosen asing, mendatangkan mahasiswa asing, termasuk mengirim mahasiswa Indonesia ke luar negeri.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved