Ketika menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Tabloid Monitor, Arswendo dipenjara karena suatu jejak pendapat.
Saat itu tabloid Monitor memuat hasil jejak pendapat tentang beberapa tokoh dan menjadikan Arswendo berada di urutan ke-10, satu tingkat di atas Nabi Muhammad yang berada di posisi 11.
Hal tersebut memicu amarah masyarakat muslim sehingga membuat Arswendo dipenjara selama lima tahun.
Arswendo kemudian meminta maaf kepada masyarakat melalui televisi dan surat kabar.
Namun, mendekam di jeruji besi tidak pula memenjarakan ide-ide kreatif Arswendo.
Dirinya terus berkarya menulis cerita mengenai tahanan ibukota yang putus asa berada di dalam penjara.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)
Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official