TRIBUNNEWSWIKI.COM – Arswendo Atmowiloto merupakan wartawan senior Indonesia yang tutup usia pada pukul 17.50 WIB, Jumat (19/7/2019).
Sebelum meninggal dunia, Arswendo telah keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.
Berikut fakta-fakta mendiang wartawan senior Indonesia Arswendo Atmowiloto yang dihimpun Tribunnewswiki.com dari berbagai sumber:
1. Memiliki nama asli Sarwendo
Nama Sarwendo diubah karena dianggap kurang komersial dan terkenal.
Sang ayah lalu menambahkan nama Atmowiloto, sehingga dikenal luas sebagai Arswendo Atmowiloto.
Baca: Penulis dan Wartawan Indonesia, Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
2. Pernah bercita-cita menjadi dokter
Setelah lulus sekolah, Arswendo pernah bercita-cita menjadi dokter, namun akhirnya masuk ke Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, IKIP, Solo meskipun tidak tamat.
Arswendo juga pernah mengikuti program penulisan kreatif di Lowa University, Amerika Serikat.
3. Cerpen pertama ‘Sleko’
Arswendo merintis kariernya sebagai sastrawan sejak 1971.
Karyanya yang pertama ‘Sleko’ dimuat dalam majalah Mingguan Bahari.
Selain menjadi penulis, Arswendo juga aktif sebagai pemimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian, Jawa Tengah, Solo pada 1972.
Beberapa karyanya yang terkenal seperti 'Serangan Fajar' (1982), 'Telaah Tentang Televisi' (1986), serta 'Khotbah di Penjara' (1994).
Baca: Arswendo Atmowiloto
4. Keluarga Cemara
Karya Arswendo yang paling dikenal adalah drama Keluarga Cemara yang populer di televisi Indonesia dari tahun 1990 hingga 2000-an awal.
Arswendo ingin menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup jujur melalui kisah Keluarga Cemara.
Pada era itu, masyarakat Indonesia masih menggemari serial bergenre horor, namun perlahan-lahan serial Keluarga Cemara mulai digemari masyarakat.
Serial televisi yang identik dengan tokoh abah dan emak itu akhirnya diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama di taun 2019.
Film keluarga Cemara 2019 dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman nserta Nirina Zubir.
Baca: LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)
5. Pernah dipenjara