TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kedai es krim La Moda Del Gelato yang terletak di Jalan MT Haryono No.8, Manahan, Banjarsari, Solo memiliki enam outlet yang tersebar hingga ke Yogyakarta.
Kedai yang berdiri pada 2015 ini memiliki 40 varian rasa gelato.
"Awal berdiri itu tahun 2015
Sekarang ini kita udah punya enam outlet di mall-mall di Solo sama satu di Yogyakarta," terang Singgih Kuncoro Indrawan, pemilik kedai La Moda Del Gelato kepada Tribunnewswiki, Senin (8/7/2019) siang.
Outlet La Moda Del Gelato tersebar di Solo Square, Solo Grand Mall, Solo Paragon Mall, Hartono Mall, The Park, dan Malioboro Mall Yogyakarta.
Baca: La Moda Del Gelato
Baca: Taman Lansia
Pada September 2019, La Moda Del Gelato akan membuka cabang barunya di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.
Outlet pertamanya terletak di Jalan MT Haryono No.8, Manahan, Banjarsari, Solo dan menjadi satu-satunya outlet yang berdiri sendiri.
Kelima outlet lainnya berdiri di food court mall.
Awal mula dibuatnya La Moda Del Gelato adalah keinginan dari ibu sang pemilik untuk mendirikan sebuah kafe di samping factory outletnya.
Pada saat itu ibu sang pemilik belum tahu kafe jenis apa yang ingin didirikan.
Saat menghadiri sebuah pameran di Singapura, ibu Singgih bertemu dengan orang Italia yang kemudian mengajarinya untuk membuat gelato.
Setelah belajar dan mencoba membuat varian-varian rasa gelato, akhirnya berdirilah La Moda Del Gelato dengan gelato khasnya pada 2015.
Walaupun kedai di Jalan MT Haryono adalah kedai yang pertama, peresmiannya lebih dulu dilakukan di outlet yang terletak di Hartono Mall Solo.
Hal ini disebabkan oleh persiapan di kedai Jalan MT Haryono yang lebih lama dibandingkan persiapan di Hartono Mall.
Baca: Tahu Kupat
Baca: Sate Padang
Singgih juga menjelaskan bahwa varian rasa yang lebih disukai warga Solo adalah cokelat dan Oreo.
Tak heran apabila varian rasa ini selalu tersedia di outlet-outlet La Moda Del Gelato.
Mmemiliki 40 varian rasa, gelato-gelato ini disajikan secara bergiliran.
Keterbatasan kapasitas show case yang hanya mampu menampung 24 rasa menjadi penyebabnya.
Selain itu, rasa buah tertentu juga hanya disajikan saat musim buah itu saja.
"Kita di sini pakainya buah asli, jadi ya ada buah-buah tertentu yang disajikan pas musimnya saja," ujar Singgih.
Baca: Bakpia
Baca: Tari Barong
(TribunnewsWiki.com/Yonas)
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWIKI Official