Mau ganti tema juga nanggung.
Berbulan-bulan penuh ketikpastian dan tak ada kemajuan. .
Saat ditanya orangtua, "Kamu kapan wisuda?
Jangan lama-lama kuliahnya karena biayanya mahal.
Adikmu juga bayar SPPnya mahal.
Apalagi adikmu kuliah di swasta lebih mahal," lanjutnya.
Perkataan orangtuanya tersebut rupanya membuat Sutopo sadar dan akhirnya menyelesaikan skripsinya.
"Selalu mengingat orangtua, selalu membangkitkan semangat belajar.
Membayangkan betapa bahagianya orangtua hadir di tengah wisudaku.
Semua itu tertuang dalam catatan di blocknote Mei 1993.
26 tahun yang lalu.
Blocknote pemberian temen dari UI.
Jadi jangan patah semangat.
Saat ada hambatan menyelesaikan skripsi.
Ingst selalu orangtua.
Bayangkan mereka hadir di tengah wisuda.
Pasti bahagia," tutupnya.
Baca: Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Presiden Jokowi, Megawati hingga Raisa Ungkap Rasa Duka Cita
Baca: Dijadwalkan akan Tiba di Jakarta Minggu Sore, Jenazah Sutopo akan Dimakamkan di Boyolali
Berikut isi catatan Sutopo Purwo Nugroho saat berjuang menyelesaikan skripsi.
"Bapak, Ibu...
Aku minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang telah ku perbuat.