TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasi Tumpeng adalah kuliner yang sangat lazim disajikan untuk perayaan 17 Agustus atau dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.
Pada 17 Agustus tahun 2020, Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-75 dan Nasi Tumpeng pun biasa disajikan.
Nah, biasanya Nasi Tumpeng menjadi ikon makanan saat malam tirakatan atau malam 17 Agustus.
Dalam penampakannya, Nasi Tumpeng disajikan dengan makanan pelengkap seperti orek tempe dan telur yang diiris tipis.
Baca: Jelang 17 Agustus, Ini Resep Orek Tempe Daun Jeruk untuk Menu Pelengkap Nasi Tumpeng
Berikut Tribunnewswiki sajikan cerita asal usul dan makna dari Nasi Tumpeng :
Pada awalnya, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur (nenek moyang).
Sebab kata tumpeng erat kaitannya dengan keadaan alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi.
Kehadiran nasi tumpeng yakni sebagai perwujudan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bentuk kerucut merepresentasikan konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak.
Selain itu, bentuk yang menjulang ke atas juga menyimbolkan harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin ‘tinggi’ atau sejahtera.
Baca: HUT ke-75 RI, Berikut Ini 8 Lagu Bertema Nasionalisme Indonesia di Momen Kemerdekaan 17 Agustus
Baca: Rengasdengklok hingga Alasan Pemilihan 17 Agustus, Berikut Peristiwa Penting Jelang Proklamasi
Nasi kerucut ditata di atas tampah yang beralaskan daun pisang, disertai lauk-pauk berjumlah tujuh macam.
Angka tujuh dalam bahasa Jawa berarti pitu yang berarti pitulungan (pertolongan).
Makna Nasi Tumpeng :
1. Nasi putih
Dahulu, nasi tumpeng dibuat dari nasi putih.
Sementara saat ini tumpeng sudah memiliki variasi tertentu, mulai dari nasi uduk hingga nasi kuning.
Nasi putih yang berbentuk kerucut melambangkan sesuatu yang kita makan harusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal.
2. Ayam
Ayam yang biasa digunakan pada nasi tumpeng adalah ayam jantan atau ayam jago.
Pemilihan ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, seperti sombong, congkak, selalu menyela ketika berbicara, dan selalu merasa benar sendiri.