Rengasdengklok hingga Alasan Pemilihan 17 Agustus, Berikut Peristiwa Penting Jelang Proklamasi

Berikut ini rangkaian peristiwa-peristiwa bersejarah dan situasi terkait menjelang proklamasi 17 Agustus 1945.


zoom-inlihat foto
foto-asli-proklamasi.jpg
(https://www.bbc.com)
Foto proklamasi yang diambil Frans Mendur mengabadikan momen pembacaan naskah proklamasi oleh Sukarno, didampingi Mohammad Hatta, di Jalan Pegangsaan Timur 56.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang 17 Agustus 2020 atau perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia, bangsa Indonesia kembali ke memori lawas tentang peristiwa-peristiwa menjelang kemerdekaan.

Salah satu peristiwa penting adalah keberadaan Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPUPKI) atau Dokuritsu Juni Cosakai yang dibentuk untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia kala itu,

Namun, dalam perjalanannya, BPUPKI dibubarkan dan digantikan dengan Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Situasi Jepang yang kala itu menduduki Indonesia pun semakin kritis.

Kala itu Jepang semakin terdesak.

Mereka tak ingin terlihat lemah dihadapan bangsa Indonesia, ketika disaat bersamaan mengalami kemunduran dalam Perang Asia Timur Raya kala melawan sekutu atau koalisi negara Barat.

Pasca dibubarkannya BPUPKI, eskalasi situasi perjuangan kemerdekaan Indonesia terjadi begitu cepat menjelang 17 Agustus 1945.

Melansir buku Konflik di Balik Proklamasi (2010) karya St Sularto via Kompas.com berjudul Peristiwa Menjelang Proklamasi.

 

Berikut ini peristiwa-peristiwa penting bersejarah yang terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan  Indonesia:

  • Pembentukan PPKI Komando Tentara Jepang wilayah Selatan mengadakan rapat besar.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada 7 September 1945.

Pada 6 Agustus 1945 keadaan Jepang semakin kritis, karena Kota Hiroshima dibom atom oleh Amerika Serikat.

Baca: Jelang 17 Agustus, Ini Deretan Film Bertema Kemerdekaan Indonesia yang Bisa Ditonton di Rumah

Baca: Kisah Dibalik Pembuatan Naskah Proklamasi 17 Agustus 1945, Soekarno Sempat Robek Naskah Berkali-Kali

Menghadapi situasi tersebut Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 7 Agustus 1945.

Tugas PPKI adalah melanjutkan tugas BPUPKI dan mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

PPKI diketuai oleh Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta.

Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. (Kompas.com/Osman Ralliby/Dokumentasi Historica, Penerbit Bulan-Bintang, Djakarta)

PPKI beranggotakan 21 orang Indonesia yang berasal dari, Jawa 12 orang, Sumatera 3 orang, Sulawesi 2 orang, Kalimantan 1 orang, Sunda 1 orang, Maluku 1 orang, dan golongan penduduk China 1 orang.

Untuk kepentingan peresmian dan pelantikan PPKI, pada 9 Agustus 1945 Jenderal Terauchi memanggil Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Saigon.

Hal ini untuk menegaskan bahwa Pemerintah Jepang memutuskan untuk menyerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Situasi pra-Proklamasi

Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, pada 14 Agustus 1945 Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat kembali ke Jakarta.

Saat itu Jepang sudah lumpuh akibat bom atom pada 9 Agustus 1945 di Kota Nagasaki. Dengan demikian jepang benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved