Maklum saja, sang ayah pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Kabupaten Bone di masa pemerintahan, Idris Galigo sebagai bupati.
Andi Sari menempuh pendidikan di SD 13 Biru.
Kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP 4 Watampone.
Lalu SMA Negeri 1 Bone.
Andi Fatmasari adalah sosok aktivis perempuan yang fokus pada pemberantasan korupsi.
Selain itu, wanita yang akrab disapa Andi Sari ini juga memperjuangkan hak-hak perempuan.
Beberapa kasus yang menyeret nama pejabat terbongkar berkat kolaborasinya dengan aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan di Sulsel.
Meski terlahir dari keluarga pejabat, jiwa aktivisnya telah ada sejak dini.
Sebelum terjun dalam dunia pemberantasan korupsi, ada beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan telah sukses dikawal.
Bagi Andi Sari, gerakan perempuan merupakan urat nadi dari perjuangan untuk mendapatkan hak-hak mereka.
"Bagi saya, perempuan harus maju terdepan untuk bersama-sama memajukan bangsa dan negara," katanya, Selasa (20/2/2024).
Untuk mendapatkan sebuah perubahan, Ketua Srikandi RGPI Sulsel ini berpandangan tak cukup dengan teriakan di jalan.
Menurutnya, perlu terjun langsung untuk investigasi demi mendapatkan fakta, lalu menyerahkan ke insitusi terkait untuk diproses
Di kalangan aktivis, Andi Sari dikenal sebagai sosok berpikiran terbuka dan demokratis.
Dirinya terbuka dalam menerima kritikan dan saran, baik dari kolega, maupun ketika menyerap aspirasi dari masyarakat.
Lawan terberat menurut Andi Sari adalah pelaku tindak pidana korupsi.
Hal itu membuatnya, selalu terbuka dengan lembaga lain demi bersama-sama memberantas praktik kejahatan yang menyengsarakan rakyat.
Meski terbilang muda, namun Andi Sari selalu diajak dan didorong aktivis perempuan yang lebih senior dalam gerakan pemberantasan korupsi.
Dirinya tak egois dalam berorganisasi.
Meski berbeda lembaga, ketika berbicara kepentingan rakyat, dirinya selalu memberi dorongan dan semangat agar terus berjuang sesuai dengan cara organisasi masing-masing.
Baca berita terkait di sini