“Barang yang hilang adalah tabungan dan kalung; mungkin ada juga barang lain yang belum kita ketahui,” kata Suwondo, Jumat (27/9/2024).
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan kembali mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek barang-barang milik korban yang mungkin hilang.
“Mungkin ada barang lain, makanya kita akan ulang lagi ke TKP,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini penyidik telah mengumpulkan keterangan dari para saksi di tempat kejadian.
“Keterangan dari 12 saksi sudah kita ambil,” katanya.
Suwondo juga menyebut bahwa pihak keluarga korban setuju untuk dilakukan otopsi oleh dokter forensik setelah jasadnya tiba di Jambi.
“Pihak keluarga menyetujui otopsi setelah sampai di Jambi dari Banten,” sebutnya.
Resti Widia ternyata sempat mengirim pesan ke adik sebelum ditemukan tewas dalam lemari kamar kos di Jambi.
Isi chat Resti seolah menggambarkan penyebab dirinya tewas.
Wanita berusia 30 tahun itu ditemukan tak bernyawa dalam lemari di kamar kos Pakuan Baru, Kota Jambi pada Rabu (25/9/2024).
Jasad Resti Widia ditemukan dalam tumpukan baju dengan kondisi tangan terikat ke belakang.
Keberadaan Resti ditemukan setelah 3 hari tak ada kabar.
Adik Resti, Daia Salsabila bercerita sempat menghubungi kakaknya pada Selasa (24/9/2024).
Sekitar pukul 17.00 WIB dia mengirim pesan menanyakan kabar Resti.
Namun pesan itu baru dibalas pada pukul 19.30 WIB.
"Teteh menjawab dengan singkat," kata Daia.
Dalam pesannya, Resti Widia mengeluh sedang pusing.
"Dia lagi pusing. Setelah itu tidak ada jawaban lagi," kata Daia Salsabila.
Resti Widia merupakan gadis asal Kampung Nengger, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padang Rincang, Kabupaten Serang, Banten.