"Tidak kenal (IS), keluarga tidak ada yang kenal," ungkap Rini.
Menurut Rini, sang adik selama ini tidak pernah mengenalkan sosok pria padanya secara langsung.
Namun ia mengetahui adiknya memiliki pacar yang dikenal melalui Facebook.
"Dia tidak pernah bertemu, dia pacaran melalui Facebook," jelasnya lagi.
Kepada Rini, Nia pun tidak pernah bercerita ada masalah dengan seseorang.
Rini berharap, IS segera ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Sementara itu polisi dibantu masyarakat hingga saat ini masih mencari keberadaan IS ke dalam hutan.
IS diduga melarikan diri dengan cara berpindah-pindah di gubuk milik warga di tengah hutan.
Gubuk itu biasa dijadikan tempat istirahat atau berteduh warga saat berburu babi hutan.
Diduga lebih menguasai medan, IS dianggap sangat licin sehingga sulit ditemukan.
IS awalnya dicurigai karena saat jasad Nia Kurnia Sari ditemukan, dirinya melarikan diri sambil membawa tas.
Bahkan ia tidak memenuhi panggilan polisi untuk jadi saksi.
Terakhir, jejak tasnya ditemukan dalam gubuk.
"Di dalam tas tersebut ada perlengkapan pribadi korban seperti pakaian, alat tidur, dompet hingga sabu dan alat hisab sabu siap pakai," ujar Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Reggy.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini