"Jual gorengan punya orang lain, mamah jual gorengan punya orang lain juga," katanya.
Rini pun mengaku sangat marah mengetahui adiknya tewas dibunuh
"Sedih, kecewa, campur aduk. Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya, hukuman mati, karena sangat sadis," ujar Rini.
Tambahan informasi, akhirnya jasad Nia Kurnia Sari ditemukan di lahan perkebunan, Korong Pasa Gelombang, Padang Pariaman.
Kondisi jasad Nia Kurnia Sari saat ditemukan juga sangat mengenaskan.
Menurut penuturan saksi, jasad Nia ditemukan usai anak kecil menemukan tali rafia.
Safril (56), tetangga korban, mengatakan kalau anak kecil itu menarik tali yang ditemukan kemudian muncul tangan Nia.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan, jasad Nia saat ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tangan terikat.
Di sekitar tempat penguburan juga ditemukan barang-barang milik Nia.
Mulai dari ikat rambut, payung, hingga alat-alat yang dibawa Nia berjualan gorengan.
Faisol juga mengatakan, Nia sempat diperkosa dulu sebelum dibunuh.
Baca: Inilah Nia Kurnia Sari, Gadis Penjual Gorengan Hilang 3 Hari, Tewas Terkubur Tanpa Busana di Padang
"Kejadian ini dilakukan dengan upaya pemerkosaan dulu sebelum dilakukan pembunuhan," ungkapnya.
Hingga saat ini polisi belum mengungkap siapa pelakunya meski sudah memeriksa 4 tetangganya.
Kesaksian dari tetangganya itu, diakui Faisol sudah mengarah ke pelaku pembunuhan.
Namun pihaknya belum bisa memberikan penjelasan karena masih dalam proses penyelidikan.
Kasus Nia Kurnia Sari (18) gadis penjual gorengan di Pariaman yang tewas mengenaskan membuat sang ibu emosi.
Eli, ibu dari Nia Kurnia Sari mengaku masih menyimpan dendam terhadap empat pelaku yang merudapaksa anaknya dan menginaya hingga berujung tewas.
Eli mengaku belum bisa mengikhlaskan anaknya pergi dengan cara yang mengenaskan.
Eli meminta pembunuh sang anak dihukum seberat-beratnya, bahkan dikenai hukuman mati.