Kronologis Aparat TNI Prada Defliadi Dibacok Dolly Manurung Geng Motor di Medan, Korban Kini Buta

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kronologis Aparat TNI Prada Defliadi Dibacok Dolly Manurung Geng Motor di Medan, Korban Kini Buta

Waktu itu, ternyata Prada Defliadi bertemu dengan para pelaku pas di dekat markas IPK yang berada di sana.

Lalu, para pelaku ini langsung membacok korban secara membabi buta.

"Anggota geng motor SL itu melakukan pengeroyokan terhadap korban (Prada Defliadi) dengan cara meninju, menendang dan membacok,"

"Hingga korban tidak berdaya dan selang beberapa saat kemudian datang temen-temen korban dan membawanya ke rumah sakit," ucap Teddy.

Katanya, saat ini ada tiga orang lagi yang menjadi buron. Ketiganya yakni berinisial TT yang merupakan mantan anggota geng motor SL. Lalu, MJS dan MIR.

"Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 Jo 351. Pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka cacat," pungkasnya.

Prada Defliadi alami kebutaan

Kondisi personel TNI dari Batalyon Infanteri 100 atau Raider, Kodam I Bukit Barisan bernama Prada Defliadi disebut kian memburuk usai penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor pada Minggu 4 Agustus dinihari lalu.

Mata sebelah kiri Prada Defliadi dikabarkan buta akibat kena bacok senjata tajam gerombolan geng motor yang terafiliasi dengan organisasi masyarakat (Ormas) di Medan.

Baca: Video Erika Blunder 8 Menit Viral di TikTok dan Twitter X, Sang Selebgram Akhirnya Beri Pengakuan

Saat diwawancarai, Kasdam I Bukit Barisan Brigadir Jenderal Refrizal membenarkan kebutaan Prada Defliadi.

Namun demikian ia belum menerangkan apakah personel TNI ini mengalami kebutaan permanen atau sementara.

Selain buta, lanjut jenderal bintang satu ini, Prada Defliadi mengalami luka bacok di bagian kepalanya.

"Kondisinya sakit. Tidak hanya buta, tapi luka dibacok-bacok," kata Kasdam I Bukit Barisan Brigjend Refrizal saat diwawancarai di rumah dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, saat rapat kordinasi dan konsolidasi PB PON, Selasa (6/8/2024).

Kronologi pembacokan versi Kapendam I Bukit Barisan

Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian mengatakan, kejadian berlangsung pada Minggu 4 Agustus dinihari kemarin sekira pukul 03:30 WIB.

Saat itu Prada Defliadi bersama delapan personel sedang makan di warung angkringan di simpang tugu Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan Petisah.

Sekira pukul 03:20 WIB, sekitar 20 orang diduga geng motor datang mengendarai mobil dan sepeda motor.

Gerombolan orang yang diduga geng motor ini menuding 9 personel TNI dari Batalyon Infanteri 100/Raider sebagai musuh mereka.

Baca: Viral Video Erika Blunder 8 Menit di Twitter dan TikTok, Link Tersebar, Begini Kronologinya

Mereka lantas menyerang personel TNI menggunakan senjata tajam.

"Geng motor tersebut langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam."

Halaman
1234


Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer