Aep memiliki 4 sosok pengawal.
Hal ini dibongkar oleh Dedi Mulyadi.
Seperti yang diketahui, Aep ini merupakan saksi Kasus Vina Cirebon memegang peranan penting.
Melalui pengakuan Aep ini bisa membuat Kasus Vina Cirebon menjadi terang benderang.
Diketahui, Aep menemui ayahnya, Rudi Pelor alias Abah Rudi beberapa waktu lalu dengan dikawal 4 orang.
Pengawal Aep ini terdiri dari seorang pria dan 3 wanita.
Pertemuan tersebut terjadi di Lembur Pakuan, rumah milik mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.
Keberadaan 4 orang itu membuat Aep maupun Abah Rudi susah saling curhat dan bicara dari hati ke hati.
"Gimana mau saling curhat, kita duduk ngerendeng, yang satu disamping saya, yang satu disamping Aep," kata Abah Rudi dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Baca: 20 Saksi Kasus Vina Cirebon Diperiksa Timsus Mabes Polri, Pernyataan Liga Akbar Jadi Kunci
Ia pun kesal lantaran sulit berbicara dari hati ke hati dengan Aep.
"Hayang (ingin) ngobrol jeung anak teh kumaha carana (gimana caranya). saya teh pengennya kalau ngobrol sama anak teh tak usah didampingi (pengacara)," kata Rudi.
Ia sempat memberikan nasihat kepada Aep ketika bertemu di rumah Dedi Mulyadi.
"Saya bilang ke Aep.'Aep kalau memang Aep sayang sama orangtua, ikutin saran bapak," kata Rudi Pelor mengulang ucapannya kepada sang anak.
Dedi Mulyadi pun membocorkan siapa 4 sosok yang mengawal Aep.
"Empat orang itu pengacaranya (Aep), sempat telepon saya juga," kata Dedi Mulyadi dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dedi mengatakan, pertemuan ayah dan anak dilakukan di rumahnya.
Dedi mengaku tidak berada di rumah saat pertemuan itu karena menonton wayang golek di wilayah Kuningan, Jawa Barat hingga menjelang subuh.
"Saya geus lalajo golek Bah di kuningan tadi peuting, pulang setengah tilu (setengah tiga)," kata Dedi Mulyadi kepada lelaki yang akrab disapa Abah olehnya.
Dedi Mulyadi kembali menegaskan jika dirinya hanya ingin menolong terpidana kasus Vina yang merasa tak melakukan hal seperti yang dituduhkan.
"Kan gini bah, saya mah tidak ada tujuan untuk ikut campur terhadap urusan hak orang lain. Bah, saya mah kolot ingin saling menyelamatkan"