Bahkan nama Suharyono kian disorot usai mencari orang pertama yang memviralkan kasus Afif Maulana hingga geger di masyarakat.
Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Suharyono menyatakan bahwa pihaknya akan mencari pihak yang memviralkan informasi dugaan penyiksaan Afif Maulana.
Irjen Suharyono menyebut viralnya kasus dugaan penyiksaan terhadap Afif telah merusak citra institusi Polri. Menurutnya, tidak ada bukti Afif disiksa polisi hingga tewas.
"Polisi dituduh telah menganiaya seseorang sehingga berakibat hilangnya nyawa orang lain. Tidak ada saksi dan bukti sama sekali. Dalam penyelidikan terhadap 18 pemuda yang diamankan (ditangkap), tidak ada yang namanya Afif Maulana," kata Suharyono, Minggu (23/6/2024).
Lantas siapa sosok Suharyono, kapolda Sumbar yang kini namanya disoroti netizen Indonesia ini?
Berikut Tribunnewiki rangkum terkait sosok Suharyono Kapolda Sumbar yang kini namanya viral di media sosial:
Irjen Pol. Suharyono, S.I.K., M.H. adalah seorang perwira tinggi Polri.
Suharyono menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat.
Suharyono memegang jabatan tersebut sejak 14 Oktober 2022.
Diketahui Suharyono menjabat sebagai Kapolda Sumbar menggantikan posisi Irjen Teddy Minahasa Putra.
Suharyono sendiri sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Utama Bareskrim Polri yang ditempatkan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca: 4 Fakta Kasus Afif Maulana Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga Mengadu ke Komnas HAM
Irjen Suharyono lahir di Temanggung, Jawa Tengah, pada 2 Desember 1966.
Suharyono sudah memiliki istri dan menganut agama Islam.
Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.
Kala itu Suharyono menjadi lulusan terbaik di angkatannya sehingga menerima penghargaan Adhi Makayasa.
Karier Irjen Suharyono diketahui sudah malang meluntang di dalam kepolisian tanah air.
Berbagai jabatan strategis sudah perna hia emban.
Jenderal bintang dua yang berpengalaman di bidang intelijen ini pernah menjabat sebagai Kapolresta Banjarmasin pada tahun 2012.
Suharyono juga pernah mengemban jabatan sebagai Dirintelkam Polda Kepri (2014), Analis Kebijakan Madya Bidang Politik Baintelkam Polri (2015) dan Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN) (2017).