Isi Chat WhatsApp Briptu FN Sebelum Bakar Suami Hidup-hidup, Kirim Ancaman Akan Bakar Anak-anak

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Isi Chat WhatsApp Briptu FN Sebelum Bakar Suami Hidup-hidup, Kirim Ancaman Akan Bakar Anak-anak

Namun tak berselang lama keduanya terlibat cekcok.

FN kemudian memborgol tangan suaminya dan mengaitkannya ke tangga yang berada di garasi.

Ia kemudian menyiram tubuh korban dengan bensin yang telah disiapkannya tadi.

Baca: 3 Polisi yang Bertanggung Jawab dalam Kasus Vina Cirebon yang Diduga Buat Kasus Makin Ruwet

"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang dipegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki' (lihatlah ini), namun korban diam saja," ujarnya, dikutip dari Serambinews.com.

Namun nahas api yang ada di tangan FN langsung menyambar ke tubuh suaminya tersebut.

Sontak api pun membakar tubuh korban yang telah berlumur bensin.

Dalam kondisi terbakar di sekujur tubuhnya, korban pun teriak meminta pertolongan dan mencoba untuk memadamkan api.

Bripka Alvian, yang mendengar teriakan itu langsung masuk ke garasi dan mencoba memadamkan api dan membawa RDW ke rumah sakit.

Adapun saat ini pihak kepolisian tengah mendalami motif FN nekat membunuh suaminya tersebut.

"Untuk (motif) pelaku masih kita dalami dan kita juga lakukan pemeriksaan bersama Ditreskrimum dan Bid. Propam Polda Jatim," jelasnya.

Untuk diketahui, FN dan RWD sama-sama berprofesi sebagai anggota Polrsi.

Peritiwa polwan bakar suami tersebut terjadi pada Sabtu pagi di Asrama Polisi Polres Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Daniel S Marunduri menyebut mulanya FN melakukan pengecekan ATM milik Korban dan didapati bahwa gaji ke-13 senilai Rp2.800.000 tersisa tinggal Rp800.000.

Atas temuan sisa saldo di rekening itu, FN kemudian meminta klarifikasi terkait uang gaji tersebut dan meminta suaminya untuk segera pulang.

Motif Pelaku

Motif polwan bakar suami hidup-hidup hingga meninggal dunia pun terungkap.

Briptu FN kabarnya tersulut emosi karena suaminya yang berdinas sebagai Anggota Satsamapta Polres Jombang selalu menghabiskan uang gajinya untuk bermain judi online.

Uang tabungan dari gaji tersebut, lanjut Dirmanto, dianggap oleh Briptu FN seharusnya dapat digunakan untuk membiayai hidup keduanya, beserta ketiga anak mereka.

"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya. Ini temuan sementara yang bisa kami sampaikan," ujarnya di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Minggu (9/6/2024).

Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu FN, sehingga tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap suaminya Briptu RDW.

Halaman
123


Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer