Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan 'All Eyes on Rafah' di Seluruh Dunia

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan 'All Eyes on Rafah' di Seluruh Dunia

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Unggahan dengan caption "All Eyes on Rafah (Semua mata tertuju pada Rafah)" kini viral di media sosial.

Kata kunci "All Eyes on Rafah" tengah menjadi trending topik di X dengan 1,25 juta postingan hingga Rabu (29/5/2024) sore.

Lantas, apa yang terjadi di Rafah?

Israel melancarkan serangan udara ke Rafah di Gaza selatan pada Minggu (26/5/2024) malam.

Serangan udara Israel menghantam lingkungan Tal al-Sultan, sekitar 2 km (1,2 mil) barat laut pusat kota Rafah.

Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan 'All Eyes on Rafah' di Seluruh Dunia. Israel melancarkan serangan yang menargetkan kamp pengungsi Tal Al-Sultan di Rafah, Minggu (26/5/2024) (kiri) dan seruan All Eyes on Rafah (kanan). Ini penjelasan tentang yang terjadi di Rafah. (Khaberni, tangkap layar Instagram)

Sejumlah warga sipil terbunuh dalam serangan udara Israel tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, sebanyak 249 orang terluka.

Kemudian, puluhan orang diyakini telah terbunuh, meskipun Israel mengklaim bahwa serangan itu ditujukan ke “kompleks Hamas”.

Padahal, para saksi, organisasi bantuan, dan bukti video semuanya menunjukkan bahwa kamp pengungsi paling terkena dampak serangan tersebut.

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan api berkobar di tenda-tenda yang penuh sesak yang terletak di dekat gudang UNRWA tempat persediaan bantuan disimpan.

Dilansir The Guardian, ada video-video mengerikan tentang orang-orang yang dengan panik mencari korban selamat, mayat-mayat yang terbakar, dan seorang anak yang dipenggal di reruntuhan.

Baca: Hamas Tolak Negosiasi Baru Terkait Gencatan Senjata Sementara, Desak Israel Hentikan Agresi di Gaza

Serangan tersebut menyusul serangan roket jarak jauh pertama terhadap Israel dari Gaza sejak Januari 2024, dengan delapan roket ditembakkan ke arah Tel Aviv dari Rafah.

Sebagian besar roket dicegat atau jatuh tanpa membahayakan di lapangan, dan tidak ada korban jiwa yang signifikan yang dilaporkan.

Militer Israel awalnya mengklaim serangan angkatan udaranya telah menghantam kompleks Hamas dengan “amunisi yang tepat dan berdasarkan intelijen yang tepat”.

Dikatakan bahwa dua pejabat senior Hamas, Yassin Rabia dan Khaled Nagar, tewas dalam serangan itu.

Namun, Israel juga mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan yang menunjukkan bahwa akibat serangan dan kebakaran yang terjadi, beberapa warga sipil di daerah tersebut terluka.

Pada Senin sore, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui dalam pidatonya di Knesset bahwa warga sipil telah tewas.

Sementara itu, diberitakan Anadolu Agency, PBB menekankan gambaran suram setelah serangan udara Israel di sebuah kamp di Rafah di Jalur Gaza selatan.

Pada Selasa (28/5/2024), PBB menyebut sebanyak 200 orang tewas.

“Menurut beberapa sumber medis internasional, tim kami berbicara dengan sedikitnya 200 orang tewas dalam serangan itu, di antaranya perempuan dan anak-anak,” kata Juliette Touma, direktur komunikasi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Halaman
123


Penulis: Ika Wahyuningsih

Berita Populer