"Diakui bahwa vaksin AZ, dalam kasus yang sangat jarang, dapat menyebabkan TTS. Mekanisme alasannya tidak diketahui," tulis AstraZeneca.
"Lebih jauh lagi, TTS juga bisa terjadi tanpa adanya vaksin AZ (atau vaksin apa pun). Penyebab dalam setiap kasus individu akan bergantung pada bukti ahli," lanjutnya.
Baca: Vaksin AstraZeneca
Perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca menarik peredaran vaksin Covid-19 di seluruh dunia, Selasa (7/5/2024).
Vaksin Covid-19 AstraZeneca ditarik beberapa bulan setelah perusahaan mengakui efek samping langka dalam dokumen pengadilan.
Dalam dokumen permohonan menyebutkan, penarikan vaksin Covid-19 AstraZeneca akan dilakukan di Inggris dan negara-negara lain yang telah menyetujui penggunaannya.
Sebelumnya, AstraZeneca juga mencabut izin edar vaksin buatannya secara sukarela. P
encabutan itu menandakan bahwa vaksin tersebut sudah tidak lagi digunakan di Uni Eropa.
Pemerintah Inggris juga menghentikan penggunaan AstraZeneca pada musim gugur 2021.
Vaksin yang sudah didistribusikan sekitar 50 juta dosis di Inggris pada akhirnya diganti dengan Pfizer dan Moderna.
Perusahaan AstraZeneca memiliki alasna, penarikan vaksin tersebut karena tidak lagi diproduksi atau dipasok lantaran telah digantikan dengan baksin terbaru yang mampu mengatasi varian Covid-19 terbaru.
Mereka menyebutkan, dengan adanya berbagai varian vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan, ada surplus vaksin terbaru yang tersedia.
Hal tersebut menjadi penyebab penurunan permintaan untuk AstraZeneca, yang tidak lagi diproduksi atau dipasok.
"Oleh karena itu, AstraZeneca telah mengambil keputusan untuk memulai penarikan otorisasi pemasaran AstraZeneca di Eropa," tulis AstraZeneca, dikutip dari The Telegraph.
AstraZeneca kemudian membantah bahwa penarikan vaksin buatan mereka berkaitan dengan pengakuannya di pengadilan soal efek samping berbahaya dari penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Mereka justru mengatakan bahwa vaksin buatannya memiliki peran dalam mengakhiri pandemi global.
Berdasarkan perkiraan independen yang dilakukan AstraZeneca, vaksin mereka disebut berhasil menyelamatkan lebih dari 6,5 juta nyawa sejak tahun pertama digunakan.