Mereka diduga dilempari batu.
Rizky dan Vina kabur dan bergabung dengan teman-teman mereka yang juga bersepeda motor.
Mereka lalu kembali ke Jalan Perjuangan hingga kemudian kejar-kejaran. Mereka memacu kendaraan ke jembatan layang Talun, jalan layang di atas jalan tol di wilayah Kabupaten Cirebon.
Rizky dan Vina terpisah dari teman-temannya. Kedua terkepung dan tak bisa lari.
"Mereka dibawa ke tempat semula dan dianiaya. V diperkosa enam pelaku," ujar Indra.
Rizky dan Vina juga dianiaya hingga tewas.
Jasad mereka kemudian dibuang di sekitar jembatan layang Talun hingga ditemukan oleh warga dan dikira sebagai korban kecelakaan lalu lintas.
Setelah korban dimakaman, polisi merasa ada kejanggalan, apalagi ada informasi dari teman korban.
Polisi lalu mengungkap kasus itu dan membekuk lima pelaku yang seluruhnya telah diajukan ke pengadilan. Sedangkan tiga orang lainnya buron.
Pada tahun 2017, para pelaku dituntut hukuman mati.
Baca: Sosok & Peran 11 Pelaku Kasus Vina Cirebon, 3 Masih Berkeliaran, 1 Sebentar Lagi Bebas
Namun, pelaku justru lolos dari jeratan hukuman tersebut.
Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Cirebon menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada para pelaku.
Kisah Vina tersebut akan difilmkan oleh rumah produksi Dee Company.
Pihak rumah produksi juga telah bertemu dengan kedua orangtua Vina dan mendapat restu untuk mengangkat kisahnya ke layar bioskop.
Kini, teaser film yang mengangkat kisah nyata di Cirebon itu telah muncul di bioskop.
Dheeraj Kalwani, produser Dee Company mengatakan, adaptasi kisah nyata ini akan diberi judul Vina: Sebelum Tujuh Hari.
"Cerita ini bukan cuma cerita sedih, tapi ada banyak hal baik dari sosok Vina yang belum terungkap. Inilah yang akan kami tunjukkan di film," katanya.
Sukaesih, ibu Vina, berharap film Vina: Sebelum Tujuh Hari bisa memberikan gambaran positif terhadap putrinya.
"Setelah kematiannya, banyak yang justru memberikan stigma negatif. Saya berharap Dee Company bisa menunjukkan betapa hancurnya hati kami sebagai orangtua ditinggal Vina," kata Sukaesih.