Ahmad Arif Ridwan rupanya sempat menyetubuhi Rini Mariani di hotel kawasan Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, ia juga menggasak uang perusahaan yang dipegang Riny Mariany senilai Rp43 juta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi berujar bahwa uang tersebut hendak disetorkan korban ke bank.
"Betul (uang perusahaan yang akan disetorkan korban). Yang diambil Rp43 juta," ujar Ade Ary, saat dihubungi, Kamis (2/5/2024).
Korban diketahui bekerja sebagai kasir atau admin keuangan perusahaan.
Sementara itu, pelaku merupakan auditor.
Baca: Sosok Ahmad Arif Ridwan Nuwloh, Pembunuh Riny Mariany Wanita di dalam Koper, Pekerjaan Auditor
Hal itu dibenarkan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu.
"Iya, benar," ujar Rovan, secara singkat saat dikonfirmasi.
Kini, Ahmad Arif telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus itu.
"Untuk sementara, pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses pemeriksaan," ucap Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald Patiran.
"Untuk pasal yang kami terapkan sementara Pasal 338 dan 365 KUHP," sambungnya.
Polisi menyebut, persoalan ekonomi menjadi motif pembunuhan Rini Mariany (50) yang jasadnya ditemukan di dalam koper hitam di semak-semak rerumputan di Jalan Inspeksi Kalimalang Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Pelaku ternyata hendak menikah dengan calon istrinya, sehingga nekat menggasak uang perusahaan yang dipegang Riny Mariany.
Baca: Selain Jadi Biduan, Ini Pekerjaan Sampingan Nayunda Nabila yang Disawer SYL, Bayarannya Ratusan Juta
"Ada motif kebutuhan ekonomi karena pelaku mau menikah," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu, saat dihubungi, Kamis (2/5/2024).
Ia menuturkan, pelaku bernama Ahmad Arif Ridwan Nuwloh membunuh korban untuk mengambil uang yang hendak disetorkan korban ke bank.
"Karena korban sempat disetubuhi, diambil duitnya, duit kantor yang mau disetor ke bank," kata dia.
Lebih lanjut, Rovan mengatakan pihaknya masih terus mendalami motif pelaku membunuh Rini.
Sejauh ini, pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti-bukti.