Bukan Bunuh Diri, Begini Kata Pakar soal Satu Keluarga Tewas Lompat dari Lantai 22 Apartemen Jakut

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hilang 4 Tahun, Inilah Sosok Satu Keluarga Bundir Loncat dari Lantai 22 Apartemen Penjaringan Jakut

"Indonesia tidak mengenal posthumous trial atau proses pidana terhadap pelaku yang sudah mati," kata Reza.

Baca: Misteri Benda yang Dibawa Satu Keluarga Bunuh Diri di Apartemen Jakarta Utara, Aksinya Terkuak CCTV

Namun, kata Reza, dalam pendataan polisi, dan perlu menjadi keinsafan seluruh pihak, tetap peristiwa memilukan itu seharusnya dicatat sebagai kasus pidana.

"Yakni terkait pembunuhan terhadap anak dengan modus memaksa mereka untuk melompat dari gedung tinggi," ujarnya.

Motif satu keluarga loncat

Polisi sedang menyelidiki motif yang melatari kasus dugaan bunuh diri empat orang anggota satu keluarga dengan melompat dari sebuah apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut keterangan polisi, keempat korban ditemukan tewas di depan lobi apartemen, pada pukul 16.15 WIB sore, Sabtu (9/3/2024).

Seorang petugas keamanan sempat mendengar suara dentuman, seperti benda jatuh.

Ia bergegas memeriksa, sebelum akhirnya menemukan jasad empat orang di depan pelataran parkiran sebuah apartemen di Penjaringan, Jakarta Utara.

Petugas keamanan setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Polsubsektor Teluk Intan.

"Korban sudah tergeletak di pelataran parkir dalam posisi terlentang, selanjutnya anggota sekuriti melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Teluk Intan," ujar Gidion.

Baca: Tangan Saling Terikat, Ini Detik-detik Satu Keluarga Lompat dari Lantai 21 Apartemen Jakut, 4 Tewas

Gidion membenarkan kepada media bahwa penyebab kematian empat orang tersebut adalah bunuh diri.

Namun, pihak kepolisian masih belum mengetahui penyebab bunuh diri tersebut.

Kapolsek Penjaringan Komisaris, Agus Ady Wijaya, menyatakan, berdasarkan penuturan sejumlah saksi dan barang bukti, termasuk pantauan kamera pemantau (CCTV), ada indikasi kuat keempat korban melakukan bunuh diri di lantai 21 apartemen.

"Kami belum menentukan motif yang membuat satu keluarga ini melakukan aksi bunuh diri," kata Agus.

Petugas dikatakan memeriksa para saksi seperti petugas keamanan dan keluarga korban yang lain.

Selain itu pemeriksaan juga meliputi identifikasi kendaraan dan membuka ponsel milik korban.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, para korban bunuh diri merupakan anggota-anggota keluarga yang terdiri dari suami EA (50), istri AIL (52) dan dua anaknya, yaitu JWA (13) serta JL (15).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Live di RCTI

Menurut Agus, keempat korban mengalami luka berat di bagian kepala, tangan dan kaki. Saat ditemukan, keempat korban sudah tak bernyawa.

"Keempat jasad sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan 'visum et repertum' dan saksi diamankan untuk dimintakan keterangan lebih lanjut," kata Agus.

Kepala Polsek Penjaringan Komisaris Agus Ady Wijaya menyebut empat orang anggota keluarga yang bunuh diri sudah tidak tinggal di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Halaman
1234


Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer