Fakta Menarik Ikan Buntal, Punya Racun Mematikan hingga Membuat Anak dan Ibu di Maluku Meninggal

Editor: Mikael Dafit Adi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ikan buntal dipercayai sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas.

Oleh sebab itu, ikan buntal secara umum tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi di rumah. Ikan ini boleh disajikan di restoran khusus, dan diolah oleh koki yang mempunyai keahlian dalam mengolah ikan buntal.

12. Punya spesies yang hidup di air tawar

Ikan buntal air tawar yang terkenal adalah ikan buntal hijau totol/ spotted green puffer. Kadang–kadang, ikan ini disebut sebagai ikan buntal totol. Ikan jenis ini mempunyai warna yang kehijauan dengan motif bertotol–totol. Ikan yang dapat menggembung ini hidup di sungai–sungai Kalimantan dan Sumatera.

Selain itu, ikan buntal air tawar juga dapat ditemukan di aliran sungai di seluruh Asia Tenggara, sebagian India dan Bangladesh, lembah Amazon di Amerika Selatan, Sungai Kongo Nil serta sungai lainnya di Afrika.

Beberapa jenis spesies hidup di perairan terbuka, tetapi kebanyakan ditemukan di sepanjang tepi sungai di antara tanaman terendam. Mereka hidup di iklim tropis dan sedang.

13. Ikan yang lambat namun mematikan

Meskipun menggunakan sirip untuk membantu mereka berenang, tetapi ikan jenis ini terkenal dengan pergerakannya yang lambat. Akan tetapi, mereka mempunyai metode lain untuk menghalangi atau mengalahkan pemangsa untuk menangkap mereka. Seperti berikut ini:

  • Penglihatan mata yang sangat baik, membantu mencari makanan atau mendeteksi pemangsa lebih awal.
  • Menggunakan energi yang dapat mereka kumpulkan untuk berenang dengan cepat menjauh dari pemangsa.
  • Apabila ikan jenis ini tidak dapat melarikan diri, mereka melakukan dengan menelan air dalam jumlah besar untuk membuat diri mereka membesar.
  • Duri mereka akan membuat mereka sulit untuk ditelan predator, sehingga akan tersangkut di tenggorokan.
  • Bahkan apabila pemangsa berhasil memakan jenis ikan ini, ia mungkin akan mati karena racun tubuh ikan buntal tersebut.

14. Pemangsa spesies ikan lain

Ikan buntal air tawar dapat menjadi pemangsa ikan lainnya dan beberapa di antaranya benar–benar agresif. Namun, beberapa spesies lainnya, seperti Dwarf, Redeye dan Golden Puffers dapat dipelihara bersama dengan ikan yang bergerak cepat seperti danios. Selain itu, ikan buntal, seperti Mekong, Nil dan Mbu Puffers harus dirahasiakan dan sebisa mungkin dipisahkan dengan ikan hias lainnya.

Untuk sebagian puffer air tawar harus mempunyai tangki sendiri, sehingga tidak ada tenggelam maupun mati. Jadi, disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan professional akuarium sebelum membeli jenis ikan ini.

15. Butuh perawatan dari pemilik yang berpengalaman

Ikan jenis ini bukan ikan yang ideal untuk pemilik ikan baru maupun pemilik ikan yang akan coba–coba untuk memelihara saja. Ikan buntal ini membutuhkan kualitas air terbaik, banyak ruang dan makanan yang baik.

Selain itu, apabila mempunyai gambaran tentang tangki ikan yang diisi dengan semua spesies, ikan buntal ini mungkin tidak tepat. Ikan jenis ini akan memakan ikan lain yang cukup kecil atau mereka akan menggigit sirip ikan lain apabila terlalu besar untuk dimakan.

Namun, jika ikan buntal sangat kecil mereka kemungkinan akan kelaparan karena mereka terlalu kecil untuk bersaing dengan perenang yang lebih baik dan lebih cepat di dalam akuarium.

Tewasnya Ibu dan Anak di Maluku usai konsumsi telur ikan buntal

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan meninggalnya ibu dan dua anaknya setelah mengonsumsi telur ikan buntal.

Kejadian tersebut, tepatnya berada di Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Anggota keluarga, yakni Lenny Latupeirissa bersama dua anaknya, Keisya dan Chrismen meninggal dunia setelah makan telur Ikan Reka-reka (sejenis ikan buntal).

Menurut Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janete Luhukay, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.20 WIT, Selasa (5/3/2024).

Berdasarkan keterangan suami korban, Steven Berhitu, istrinya bersama kedua anak memakan telur ikan Reka-reka yang digoreng sebelumnya.

"Karena terburu-buru untuk pergi ke sungai, korban bersama kedua anaknya mengonsumsi Ikan Reka-reka (Ikan buntal) bagian telurnya yg telah digoreng sejak semalam," ungkap Luhukay dalam keterangan pers, Rabu (6/3/2024), dilansir TribunAmbon.com.

Halaman
1234


Editor: Mikael Dafit Adi Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer