Bukan Caleg, Devara Putri Pembunuh Indriana Ternyata Penjual Nasi Kuning, Keluarga Ungkap Fakta Baru

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Devara Putri Prananda

Perolehan suara Devara Putri Prananda termasuk lumayan dibanding caleg dari Partai Garuda yang lain.

Sebagai calon wakil rakyat, Devara sendiri mempunyai misi mengusulkan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

Program ini akan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kronologi pembunuhan

Devara Putri Prananda membujuk kekasihnya Didot Alfiansyah untuk membunuh Indriana Dewi Eka Saputri.

Sebab saat itu Didot Alfiansyah juga diketahui menjalin hubungan dengan korban Indriana Dewi Eka.

"Saudara Didot mengatakan ingin kembali ke tersangka Devara, berpacaran kembali. Tapi tersangka Devara menyampaikan mau kembali asalkan Indriana Dewi tidak ada di dunia ini lagi, tidak mau melihat ada di dunia ini lagi," kata penyidik saat rekonstruksi di Kabupaten Bogor, Kamis (7/2/2024).

Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Devara Putri Prananda Otak Pembunuhan Indriana, Disebut Caleg DPR

Didot Alfiansyah awalnya tidak bersedia melakukan hal itu, namun terus dibujuk rayu oleh Devara Putri Prananda.

"Tersangka Devara setiap ketemu terus menyampaikan hal tersebut," kata penyidik lagi di adegan pertama rekonstruksi.

Pada adegan kedua, Didot mendatangi eksekutor Muhammad Reza di bengkel.

Awalnya Muhammad Reza menolak, namun akhirnya setuju karena diimingi imbalan Rp 50 juta.

Ketiganya kemudian melakukan perencanaan pembunuhan di kostan Devara.

Di sana mereka menyiapkan alat berupa sarung tangan untuk menghilangkan jejak.

"Direncanakan sekitar semingguan," kata Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.

Kemudian Indriana pun tewas dibunuh Didot dan Reza di kawasan Bukit Pelangi, Bogor, pada Selasa (20/2/2024).

Mayat Indriana lalu dibuang oleh ketiganya di kawasan Banjar.

"Setelah korban dibunuh lalu barang berharga milik korban dibawa oleh pelaku dan dijual. Ada 2 barang berharga yaitu tas LV dan jam tangan Rolex yang sudah kita sita dari pembelinya," pungkas Surawan.

(tribunnewswiki.com/tribunjakarta.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni

Berita Populer