Syarat dan Keuntungan Gabung di Geng Tai Binus School Serpong yang Sudah 9 Generasi

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Apa Itu Geng Tai ? Geng yang Libatkan Anak Vincent Rompies di Kasus Bully, Sudah Berjalan 9 Generasi. Geng siswa Geng Tai terkena skandal bullying atau perundungan dimana seorang siswa menjadi korban hingga kini dirawat di rumah sakit, kini terungkap syarat dan keuntungan gabung di Geng Tai yang sudah 9 generasi, pantas disegani para siswa

Keterlibatan anak artis dikonfirmasi pihak sekolah

Kasus ini semakin menyita perhatian karena salah satu pelaku diduga anak sulung dari host kondang dari VR.

Sementara itu, sang artis belum buka suara terkait hal ini.

Namun Corporate Marketing Communication General manager Binus Group Haris Suhendra telah membenarkan soal ini.

“Iya,” ujar Haris Suhendra saat ditanya soal kebenaran kabar keterlibatan anak VR, Senin (19/2/2023), dikutip dari Kompas.com.

Anak artis ini pun disebut-sebut bagian dari Geng Tai yang ada di Binus International School Serpong.

Meski begitu, Haris belum mengatakan lebih jauh soal keterlibatan anak peshohor tersebut.

Ia hanya menegaskan bahwa pihak sekolah dalam proses pemanggilan siswa yang diduga terlibat serta pihak keluarga atau wali murid, termasuk VR.

Kata P2G

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan kekerasan di sekolah yang langgeng tidak lepas dari tradisi menyimpang dan terus direproduksi.

Satriawan menyebut faktor itu diduga tidak lepas dari dugaan perundungan yang terjadi di Binus International School Serpong baru-baru ini.

"Kekerasan itu direproduksi oleh korban yang kemudian dia jadi pelaku. Biasanya, kekerasan di sekolah itu, sebelum jadi pelaku mereka adalah korban," tutur Satriwan, Senin (19/2/2024). dikutip dari Kompas.com.

Berdasarkan cuitan akun X @BosPurwa, kelompok bernama 'Geng Tai' ini sudah diteruskan oleh sembilan generasi.

Ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi anggota resmi geng tersebut.

Baca: Sosok Arlo, Diduga Korban Bullying Geng Tai Anak Vincent Rompies Disebut Pelaku Pelecehan Seksual

Lebih lanjut, Satriawan mengatakan biasanya ketika mereka yang menjadi korban kemudian merasa kuat, lebih senior, dan percaya diri akan jadi pelaku karena ada unsur balas dendam.

"Ada unsur untuk menunjukan eksistensi mereka sebagai kelompok yang disegani. Diduga ada intervensi kakak kelas hingga alumni (di dalamnya)," ucap Satriwan.

Sekolah tidak boleh lepas kontrol

Untuk mencegah kekerasan terjadi di sekolah, Satriawan mengatakan setiap kegiatan yang memberikan akses anak-anak terhadap kakak kelas atau alumninya harus dibimbing sekolah.

"Dalam arti jika ada kegiatan sekolah, baik itu formal dan non formal itu, tentu harus didampingi guru. Tidak bisa dilepas begitu saja pada kakak kelas, atas nama OSIS atau alumni misalnya," kata Satriwan.

Pasalnya, Satrian menerangkan, dari berbagai kasus kekerasan yang ada, akses itu adalah celah bagi oknum alumni atau kakak kelas untuk mewariskan tradisi kekerasan kepada adik kelas.

Ia juga menyebut pesan sekolah atau pendidikan damai harus ditanamkan, misalnya sejak masa pengenalan lingkungan sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler.

"Bahkan kami berharap sekolah punya mekanisme yang sangat ketat bagaimana prosedur ketika terjadi kekerasan terjadi," ucap Satriwan.

Tempat kejadian perkara (TKP) Geng Tai Binus Scholl Serpong di Jalan Poncol Karya, Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Akan diusut tuntas

Manajemen Binus International School Serpong menyebut akan mengusut tuntas dugaan kasus perundungan yang menyeret sejumlah siswanya.

Humas Binus International School Haris Suhendra mengatakan, langkan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada korban.

“Kami sedang menyelidiki peristiwa ini secara serius dan cepat. Tujuan kami adalah memberikan dukungan kepada korban,” ujar Haris dalam keterangannya, Senin.

Ia memastikan pihaknya akan menegakan aturan yang berlaku di sekolah terhadap siswa, jika terbukti terlibat perundungan.

Pihak manajemen pun akan berupaya untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali pada masa mendatang.

“Tujuan kami menegakkan aturan sekolah, dan mencegah hal serupa tidak terjadi lagi. Binus School Serpong tidak akan mentoleransi menoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun,” kata Haris.

(TRIBUNNETWORK/BangkaPost/TRIBUNNEWSWIKI)

Baca berita terkait di sini



Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer