Dalam video viral istri sah labrak pelakor ini memperlihatkan wanita berbaju abu-abu melontarkan kata-kata pada seorang pegawai bank yang duduk di meja tanpa memberikan klarifikasi.
“Oe,, bapak mu tidak bilang kau menikah,” ujar perempuan berbaju abu-abu kepada seorang pegawai, seperti dikutip dari Tribun Timur.
Perempuan berbaju abu-abu tersebut juga mengklaim dirinya pernah jadi pelakor.
"Diamku sabarku 14 tahun jadi istrinya. Dan saya juga pernah jadi kau. Saya pernah jadi pelakor juga. Saya juga pernah jadi yang kedua," kata Asriani.
"Kau nikah siri ko. Bapakmu tidak tahu kau menikah," ujar istri sah yang mengenakan jilbab putih itu.
Ia pun menunjukkan anak dari suaminya.
"Lihat ini anakku, gadis. Dia malu sama teman-temannya. Dia seenaknya ngambil suamiku,"
"Dia bilang menikah. Eh lihat anakku gadis. Malu di sekolahnya,"semprotnya lagi.
"Saya sudah peringatkan baik-baik. Terserah kamu mau lakukan apapun dengan suamiku. Nda jadi masalah. Satuji, jangan pernah upload suamiku. Ini anakku sudah gadis," kata istri tersebut.
Pihak Tribun masih mencari konfirmasi pada pemilik akun Asriani tentang kabar tersebut.
Wajah seorang pelakor ini disilet istri sah usai doakan bayi yang dikandungnya mati.
Wanita bernama Rini Okta Yani (20) yang disebut 'pelakor' mendapat perlakuan tersebut dari dikira Shafira (istri sah) di pintu tol Palindra setelah ditelpon suaminya untuk menemui korban.
Rini si pelakor ini mendapatkan luka sayatan di wajahnya.
Shafira mengaku emosi saat bayi yang dikandungnya didoakan oleh si pelakor meninggal saat melahirkan.
Ternyata si istri ini juga sudah sering mengingatkan pelakor saat berselingkuh dengan suaminya.
"Sudah sering ketahuan mereka ini selingkuh. Suami saya sudah sering saya ingatkan, korban juga. Tapi mereka tetap saja, saya tidak berani melawan karena lagi hamil. Suami saya juga sering menganiaya, ketika ketemu kemarin saya jadi emosi dan melukainya pakai silet. Saya menyesal," kata Shafira.
Shafira melanjutkan, saat itu dikiranya korban akan minta maaf padanya, namun justru mendoakan hal buruk pada bayinya.
"Saya lagi hamil tujuh bulan, maksud menemui itu saya kira dia (korban) mau minta maaf. Tapi dia malah mendoakan anak saya meninggal sehingga saya emosi dan mengambil silet di dalam boks motor," kata Shafira.
Pelakor bernama Rini yang tak terima ini justru melaporkan istri sah ke pihak berwajib dengan dalih menjadi koban penganiayaan kedua pasang suami istri, Aulia Putra (22) dan Shafira (20).