Sosok Dokter Lo Siauw Ging, Dokter Asal Solo yang Terkenal Dermawan Tutup Usia di Umur 90 Tahun

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

dr Lo Siauw Ging Sosok Dokter Lo Siauw King, Dokter Asal Solo yang Terkenal Dermawan Tutup Usia di Umur 90 Tahun

Dokter Lo merupakan dokter spesialis umum.

Dia pun telah menempuh kuliah hingga S2.

Dikutip dari situs resmi RS Kasih Ibu, gelar S2 yang dimiliki dokter Lo didapatkan setelah menempuh studi di Universitas Indonesia.

Dia mendapat gelar Magister Administrasi Rumah Sakit.

Ada sosok yang juga turut menjadi inspirasinya, yakni mentornya, Dr Oen Boen Ing.

Dr Oen, untuk diketahui, merupakan sosok dibalik berdirinya Rumah Sakit Dr Oen.

Dia yang menginsipirasi dokter Lo untuk benar-benar mengabdi kepada pasien miskin.

Sikap dermawan dan penuh jiwa sosial yang ditularkan oleh Dr Oen, membuat dokter Lo lebih meyakini bahwa kesehatan adalah milik semua orang, termasuk orang miskin.

Ia juga pernah "marah" kepada pasiennya yang memaksa untuk membayar.

Meskipun saat itu, dokter Lo mengetahui bahwa si pasien tidak punya uang cukup untuk membeli obat.

"Apa kamu sudah kaya dan bisa beli beras, kok mau bayar," ujarnya.

Tidak hanya itu, suami dari Maria Gan May Kwee tersebut juga tidak segan untuk memarahi orang tua pasien karena terlalu lama memeriksakan anak mereka yang sakit.

Itu pernah dialami warga Brengosan Solo, Yunita.

"Saya pernah dimarahi, pas itu anak saya panas tinggi dan setelah tiga hari tidak turun turun, saya bawa ke dokter Lo. Sampai sana dimarahi, kok baru sekarang," kata Yunita pada 14 Agustus 2015.

Baca: Mengenal Dokter Sumy Hastry Purwanti, Firasatnya Terkait Kasus Subang Kini Terbukti

Baca: Dokter Forensik Sebut Ada Keuntungan Formalin di Jenazah Brigadir J: Membantu Proses Otopsi

Kisah kedermawanan dokter Lo asal Solo ini memang sudah menjadi rahasia umum.

Tidak hanya warga Solo, namun juga warga dari sekitar Solo, seperti Klaten, Sukoharjo, Boyolali dan Karanganyar.

Tidak sedikit warga yang tidak mampu datang berobat ke tempat prakteknya.

Salah satunya Yayan, pasien asal Boyolali, mengaku sempat ditanya apakah punya uang untuk membayar obat atau tidak saat mengantar puterinya berobat.

"Tadi habis anak saya diperiksa, ditanya punya uang tidak buat beli obat, lalu ya saya jujur ndak bawa uang banyak, lalu pak dokter Lo bilang ya sudah ini ditebus, nanti saya yang bayar," kata Yanuar.

Dalam sebulan, Lo harus menanggung kurang lebih 7-8 juta rupiah.

Halaman
1234


Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer