Dokter Lo Siaw Ging telah meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah, Selasa, 9 Januari 2024, siang.
Ia mengembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun.
Diketahui, dokter Lo Siaw Ging meninggal karena sakit yang sudah lama dideritanya.
Sebelum meninggal, pria yang akrab disapa dokter Lo ini sering keluar masuk rumah sakit.
Jenazah dokter Lo Siauw Ging sendiri dimakamkan di rumah duka Thing Ting Jalan Kolonel Sutarto Kecamatan Jebres, Solo.
Baca: Viral Kisah Nyata Wanita Nikah dengan Kakak Ipar, Kini Jadi Ibu Sambung Ponakannya di Umur 21 Tahun
Baca: Konflik Lagu Mungkinkah, Andre Taulany Merasa Dipalak Ndhank karena Dituntut Ganti Rugi Rp35 Miliar
Dilansir dari Kompas,com, dokter Lo lahir di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 16 Agustus 1934.
Ayahnya yang bernama Lo Bian Tjiang merupakan seorang pengusaha tembakau.
Sementara sang ibu, Liem Hwat Nio merupakan seorang dokter yang kemudian mendorong dirinya menekuni dunia kedokteran.
Dalam sebuah wawancara, dokter Lo pernah bercerita bahwa sang ayah memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih jalan hidup.
Walau saat itu dokter Lo sempat dibujuk untuk menjadi pedagang, seperti yang ditekuni keluarga besarnya.
"Ayah saya bilang, kalau memang jadi dokter ya ga usah mikir dagang, kalau dagang ga usah mikir dokter," kata dokter Lo, pada 14 Agustus 2015, dikutip dari Kompas.com.
Perkataan ayah tersebut mendorong dokter Lo untuk menolong orang sakit, sehingga ia tidak mengedepankan untung rugi.
Baca: Bukan 340 Ribu Hektar, Prabowo Ngaku Luas Lahannya Hampir 500 Ribu Hektar, Anies Baswedan Salah
Baca: Anies Baswedan Resmi Dilaporkan ke Bawaslu karena Buka Data Lahan Prabowo 340 Ribu Hektare & Rp700 T
Dokter Lo kemudian menekuni studi kedokteran.
Pada tahun 1963, dokter Lo resmi menyandang dokter dari Universitas Airlangga.
Dia juga menyebutkan sosok inspiratif lainnya yang juga yakni mentornya, Dr Oen Boen Ing, pendiri Rumah Sakit Dr Oen.
Dia yang menginsipirasi dokter Lo Siauw Ging untuk benar-benar mengabdi kepada pasien miskin.
Sikap dermawan dan penuh jiwa sosial yang ditularkan oleh Dr Oen, membuat dokter Lo lebih meyakini bahwa kesehatan adalah milik semua orang, termasuk orang miskin.
Ia juga pernah "marah" kepada pasiennya yang memaksa untuk membayar.