Sementara itu, PDI-P pernah menyatakan bahwa kader parpol di bawah merasa sangat kecewa dengan sikap Presiden Jokowi.
Sebab, orang nomor satu di Indonesia itu terkesan membiarkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
Padahal, baik Jokowi dan Gibran menempuh karier politiknya di PDI-P.
Baca: Sosok Julian Dwi Setiono, Masinis Kereta Api Baraya Meninggal karena Tabrakan dengan KA Turangga
Partai banteng itu mengantarkan Jokowi melenggang di kursi Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta sebelum akhirnya menjadi presiden.
Sementara, Gibran baru memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Solo selama dua tahun terakhir.
Secara terpisah, Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini membeberkan ada dua momen penting yang bakal mempengaruhi hasil Pemilu Presiden 2024 mendatang.
Pertama, saat HUT PDI Perjuangan.
Lalu yang kedua, adalah tahun anggaran baru.
Diketahui, kedua momen itu terjadi bertepatan dengan tahapan masa kampanye pemilu.
“Hasil Pilpres akan sangat bergantung pada perjalanan kurang lebih 75 hari (masa kampanye) itu. Tetapi di 75 hari itu begitu banyak event yang bisa mengubah keadaan.
Baca: Pantas Hamish Daud Tak Bayar Gaji Karyawan, Terkuak Kondisi Ekonominya, Suami Raisa Ngeluh Hal Ini
Menjelang akhir tahun tutup anggaran, akan direncanakan anggaran baru untuk tahun berikutnya, itu berpengaruh besar,” ujar dosen yang akrab disapa NHS seperti dilansir Kompas.com, Rabu (6/12/2023).
Ketua Bawaslu RI Periode 2008-2011 itu menjelaskan, pergantian tahun anggaran 2024 terkait dengan pergerakan barang dan uang.
Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan keberpihakan politik pemerintah yang berkuasa saat ini.
Selain itu, dia mengatakan momen HUT PDI-P pada 10 Januari 2024 juga akan jadi penentu Pilpres 2024.
Pasalnya, di momen tersebut akan ditunggu kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Melalui HUT itu akan menggambarkan hubungan antara Presiden Jokowi dengan PDI-P.
“Ada beberapa event seperti hari lahirnya PDI Perjuangan, itu merupakan momentum penting bagi konstelasi (Pilpres) itu,” terang NHS.
Menurutnya, sikap Jokowi pada dua momen itu akan menentukan lika liku hasil kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Hal ini mengingat Jokowi memiliki basis penduduk yang tidak sedikit.
“Itu akan menentukan format, karena kampanye itu adalah variabel besar dalam relasi itu,” tandas Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan FISIP Undip itu.
(tribunnewswiki.com/kompas.com/warta kota)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini