Babak Baru Kasus Ndasmu Etik, Tokoh Banyumas Tak Terima dengan Prabowo: Itu Bukan Bahasa Keseharian!

Penulis: Rakli Almughni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon presiden sekaligus Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto (kanan) beristirahat saat debat perdana pemilu presiden di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pada 12 Desember 2023.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus ucapan 'ndasmu etik' yang dilontarkan oleh capres nomor 2, Prabowo Subianto, memasuki babak baru.

Setelah banyak tokoh elitik yang berkomentar, kini giliran tokoh masyarakat Banyumas, Jawa Tengah melontarkan kritikan keras ke ketua umum Partai Gerindra itu.

Prabowo memang sempat klarifikasi bahwa ucapan 'ndasmu' adalah hal yang biasa diucapkan oleh warga Banyumas.

Namun, tokoh masyarakat Banyumas bernama Asringun Marthawirya tak sepakat dengan hal tersebut.

Asringun tak terima jika kata "ndasmu" disebut sebagai kata yang sering diucapkan oleh orang Banyumas.

Menurut dia, kata "ndasmu" termasuk bahasa pangon (penggembala atau peternak).

Bahasa pangon memiliki tingkatan, dan kata "ndasmu" termasuk pada tingkatan bahasa yang sangat kasar.

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Baca: Terkuak Gaji Camat Parungpanjang yang Hartanya Rp4,5 Miliar, 1 Tahun Menjabat Bisa Beli Rumah-Mobil

"Orang yang menggembala wedhus, kambing itu. Itu pun ada tingkatannya. Kalau ndasmu itu pada tataran yang sangat kasar," kata Asringun, dikutip dari Warta Kota Live, Selasa 12 Desember 2023.

"Biasanya, bilang dengkulmu angop. Yang kedua adalagi, gundulmu. Yang ketiga, ndasmu itu. Sangat kasar," tegasnya.

Lebih lanjut Asringun menjelaskan kata "ndasmu" biasanya digunakan dalam tataran orang-orang yang sebaya dan seumuran, atau setara dalam segala hal.

Maka dari itu, Asringun merasa tersinggung jika "ndasmu" disebut bahasa keseharian orang Banyumas.

Hal tersebut lantaran pada kenyataannya kata "ndasmu" tidak bisa dikatakan sembarangan oleh orang Banyumas dalam kesehariannya.

"Dan itu bahasa orang pangon. Kalau ada ribut-ribut bahwa bahasa ndasmu itu bahasanya orang Banyumas, kesehariannya keluarga di Banyumas. Sebetulnya itu sangat menyakitkan. Kami tersinggung, bener," ungkapnya.

Asringun pun mempersilakan publik untuk mengecek sendiri dalam internal keluarga orang Banyumas.

Baca: Terjaring OTT, Abdul Gani Gubernur Maluku Utara Ditangkap KPK di Hotel Jaksel

Kata "ndasmu" ini tidak akan dikatakan oleh anak kepada orang tua, atau orang tua kepada anaknya sekalipun.

Asringun menyadari orang Banyumas memang bersikap blakasuta atau blak-blakan.

Namun, orang Banyumas juga tahu tentang tata kram sehingga tidak akan menggunakan kata "ndasmu" tersebut secara sembarangan.

"Orang Banyumas memang blakasuta, tapi mereka juga tahu tata krama. Tahu unggah-ungguh, dan pasti pakewuh banget kalau bilang ndasmu," kata Asringun.

Menurut Asringun, "ndasmu" hanya terucap ketika sudah jengkel luar biasa.

"Kemarahan yang sangat luar biasa. Itu baru terucap. Saya yakin warga Banyumas dalam hal ini sepakat bahwa ndasmu bukan bahasa keseharian orang-orang Banyumas," tuturnya.

Halaman
123


Penulis: Rakli Almughni
BERITA TERKAIT

Berita Populer