"Dia cantik, dia sholehah, dia berpendidikan, dia religius, dia sukses, dia independen, dia berprestasi, dia enterpreneur, dia bisa kasih keturunan, dia cerdas, dia bisa didik anak, dia wanita inspiratif, keluarga yang nyaris sempurna tapi siapa sangka tuhan hadirkan orang ketiga yang kini menjadi istri kedua," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Bahkan Aisyah memberikan ucapan selamat dan menyebut jika suaminya merupakan pinjaman dari Allah yang suatu saat bisa diambil lagi.
"Selamat pengantin baru suamiku, ini takdir buat kita berdua. Dulu saya yakin awak hanya milik saya seorang, tapi hari ini awak dah jadi milik wanita lain juga...
Semuanya hanya pinjaman, suami juga hanyalah pinjaman.
Meski merasa pilu, Aisyah justru berbesar hati dan tidak menjelek-jelekkan Alif maupun istri barunya.
"Doakan yang baik-baik untuk kami berdua.
Saya mohon agar tidak mengatakan hal buruk kepada Alif maupun istri barunya," ungkap Aisyah.
Baca: Isi Chat DNA, Pelakor yang Ngamar dengan Suami Aina Aziz Lutfiani: Aku Sayang Banget Sama Kamu
Sementara itu usai hal tersebut viral, Alif Teega sang suami memberikan klarifikasi.
Ia sengaja mengumumkan pernikahan keduanya untuk menghindari fitnah dan potensi pencemaran nama baik.
"Bismillah
Tujuan posting ini adalah untuk menyampaikan kabar berita sekaligus menjawab segala spekulasi tentang saya dan agar tidak ada fitnah dari orang-orang.
Mungkin selama ini sudah ada yang mendengar atau memang tahu berita mengenai saya sudah menikah lagi.
Alif membenarkan kebenaran kabar dirinya telah beri istri kedua pada 18 November lalu sambil mengucapkan rasa syukur.
"Baik Alhamdulillah berita tersebut benar.
Saya sudah menikahi istri kedua," tulis Alif mengawali unggahannya.
Selain itu Alif juga mengungkap rasa bersyukurnya karena sang istri pertama, Aisya Hijanah memiliki kesabaran dan kekuatannya lantaran telah menginzinkannya untuk berpoligami.
Ia menyebut Aisyah tabah dan kuat menerima keputusan ini.
"Terimakasih khususnya kepada istri saya Aisyah Hijanah karena bersabar dengan apa yang berlaku.
Ia tabah dan masih kuat berada di sisi menemani saya walaupun saya tahu betapa beratnya wanita menerima hakikat ini.
Selama Aisyah menjadi istri saya, tidak ada kekurangan pada dirinya.