"Pelaku MR membenturkan kepala korban ke tembok sehingga tas korban berhasil diambil oleh pelaku MR," kata Hadi.
Baca: Sosok Caroline Angelica, Mahasiswi Kedokteran Unair Tewas Bunuh Diri di Mobil, Dikenal Baik & Pintar
"Dan ketiga pelaku melarikan diri. Sampai akhirnya korban teriak, 'Begal! Begal!'" jelasnya.
Mendengar teriakan ada wanita yang meminta tolong, warga setempat pun bergegas membantu mengejar para pelaku hingga tertangkap.
"Akhirnya warga sekitar mengejar ketiga pelaku tersebut, sampai akhirnya tertangkap di Pos Polisi Juanda Depok," beber Hadi.
Setelah ditangkap, polisi menyita barang bukti rampasan berupa satu unit ponsel Oppo F11 dan tas hitam milik korban IC dari para pelaku.
Malangnya seorang siswi SMP yang dijual oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Di mana siswi SMP tersebut dipaksa untuk melayani sejumlah pria hidung belang dengan menjual tubuhnya.
Diketahui, tubuh siswi SMP ini dijual dan dijadikan alat pelepas birahi pria hidung belang melalui aplikasi kencan, MiChat.
Baca: Sempat Hilang, Enuh Nugraha Alumni ITB Akhirnya Ditemukan Warga di Grobogan, Begini Kondisinya
Sehingga, kasus siswi SMP dijual, yang kemudian buka layanan open BO di MiChat menjadi perbincangan masyarakat.
Pasalnya, penyebab seorang siswi SMP open BO MiChat ternyata benar dijual oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Padahal sebelum dijadikan cewek open BO oleh pelaku tersebut, siswi SMP ini ternyata sempat dititipkan di panti asuhan.
Sang ibu siswi SMP tersebut lah yang diketahui menitipkan anaknya ke panti asuhan tersebut.
Namun sayang seribu sayang, siswi SMP itu dijual oleh orang tidak bertanggungjawab itu.
Bahkan biadabnya, siswi SMP tersebutdijadikan cewek open BO di aplikasi kencan, MiChat.
Kejadian adanya siswi SMP dijadikan cewek open BO terjadi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca: SOSOK Wanita Cantik yang Buat Eks ITB Enuh Nugraha Susah Move On-Jadi ODGJ, Bukan Orang Sembarangan
Nasib miris sang siswi SMP tersebut terungkap, setelah kepolisian menangkap seorang wanita paruh baya.
Tak disangka, wanita paruh baya yang ditangkap polisi tersebut ternyata orangtua teman sekola siswi SMP itu.
ES terbukti menjual siswi SMP tersebut kepada para pemesan atau pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.
"Dari setiap transaksi, ES mendapatkan bagian dari korban dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000," ungkapnya Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, pada Selasa (4/7/2023) lalu.